Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Optimisis Salurkan Rp 2 Triliun Dana FLPP

Sumber: Harian Ekonomi Neraca, 18 Oktober 2010
26/10/2010
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk optimis mampu menyalurkan Rp 2,6 triJiun hingga akhir tahun 2010 dalam program bantuan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan menengah bawah (MBM). "Kami optimis dalam tiga bulan target penyerapan Rp2,6 triliun bisa dilakukan," kata Vice President Director PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, Evi Firmansyah menjawab pers di Jakarta, Minggu.
 
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk optimis mampu menyalurkan Rp 2,6 triJiun hingga akhir tahun 2010 dalam program bantuan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan menengah bawah (MBM). "Kami optimis dalam tiga bulan target penyerapan Rp 2,6 triliun bisa dilakukan," kata Vice President Director PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, Evi Firmansyah menjawab pers di Jakarta, Minggu.

Menurut Evi, optimisme itu didasarkan fakta bahwa pihaknya setiap bulannya menyalurkan kredit untuk perumahan itu ratarata Rpl triliun dan dari jumlah ini sekitar 40 persen adalah bersubsidi atau sekitar Rp 500 miliar, dan termasuk di dalamnya adalah program FLPP bagi MBR dan MBM.

Ditanya berapa total akad kredit terhadap MBR dan MBM dalam pola FLPP hingga pertengahan Oktober, Evi mengaku tidak punya data pasti karena laporan dari cabangcabang BTN di seluruh Indonesia setiap akhir bulan. "Tapi per laporan harian yang masuk dari sejumlah daerah, sudah ada yang akad kredit," katanya.

la juga mengatakan, kendala yang muncul di lapangan untuk sementara ini adalah adanya persyaratan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPPT). "MBR kan penghasilannya sebenarnya ratarata di bawah Rp 60 juta per tahun dan ini' kan termasuk PTKP (Pendapatan Tidak Kena Pajak)," katanya.

la juga menyebut, permintaan yang mencolok untuk program FLPP ini adalah di kantongkantong kawasan industri seperti Bekasi, Purwakarta, Cilegon hingga Serang. "Di mana ada pabrik, di sekitarnya banyak peminat rumah," katanya.

BTN sendiri bersama Kementerian Perumahan Rakyat pada awal September 2010 telah menandatangani Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) Nomor 02/SM.6/HK.02.04/09/2010 dan Nomor 78/PKS/DIR/ 2010 tentang Penyaluran Dana FLPP Dalam Rangka Pengadaan Perumahan Melalui KPR ST dan KPR Sejahtera Rusun.

Berdasarkan Kesepakatan dan Perjanjian Kerjasama ini, kedua belah pihak sepakat untuk memfasilitasi MBM dan MBR dalam pemilikan rumah melalui penerbitan KPR Sejahtera dengan tingkat suku bunga yang dibebankan pada MBM dan MBR lebih kecil dari 10% atau single digit.
Dengan pertimbangan waktu yang tersedia sampai dengan akhir tahun, PT Bank BTN Tbk akan mengoptimalkan pemanfaatan dana FLPP ini untuk memfasilitasi penerbitan 24.000 unit KPR ST dan 1.500 KPR SS.

Untuk kelancaran pelaksanaan FLPP ini, baik Kemenpera maupun PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk secara bersamasama atau sendirisendiri juga melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan pengadaan perumahan melalui kredit/pembiayaan pemilikan rumah sejahtera dengan dukungan bantuan FLPP. san
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130