Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Optimistis Capai Target

Sumber: Indo Pos, 24 Januari 2011
27/01/2011
Meski Terganjal Aturan BPHTB, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Iqbal Latanro optimistis bisnis pembiayaan properti bank BUMN itu pada 2011 tetap tumbuh. Meskipun, pada awal tahun ini terganjal kendala masalah aturan pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Hingga kini, penyaluran KPR masih terus dilakukan BTN. "Beberapa daerah belum memiliki Perda, tetapi banyak juga Pemda yang sudah memiliki aturan BPHTB," kata Iqbal di Jakarta, akhir pekan lalu.
 
Meski Terganjal Aturan BPHTB, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Iqbal Latanro optimistis bisnis pembiayaan properti bank BUMN itu pada 2011 tetap tumbuh. Meskipun, pada awal tahun ini terganjal kendala masalah aturan pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Hingga kini, penyaluran KPR masih terus dilakukan BTN. "Beberapa daerah belum memiliki Perda, tetapi banyak juga Pemda yang sudah memiliki aturan BPHTB," kata Iqbal di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya, penyaluran kredit baru properti di awal tahun ini diperkirakan terkendala karena beberapa pemerintah daerah belum membuat ketentuan BPHTB. Aturan tersebut sesuai dengan amanat UU No, 32/2004 tentang Otonomi Daerah dan UU No. 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Dalam UU itu, lanjut Iqbal, seharusnya perda sudah mengeluarkan perda BPHTB paling lambat 1 Januari 2011 sebagai pemasukan kas daerah. Dia mengatakan memang ada Pemda yang belum mengerti tentang pengelolaan BPHTB. "Tapi banyak juga Pemda yang malah sudah memiliki unit pengelola BPHTB," lanjutnya.

Iqbal menegaskan BTN akan sangat hati-hati dalam menyikapi soal aspek legal. BTN juga tidak akan ceroboh dalam membuat kebijakan yang terkait dengan soal BPHTB. "Bukti tentang kepemilikan memang tidak bisa diabaikan," tegasnya.

BTN, tambah Iqbal, tetap melakukan transaksi properti meskipun mayoritas Pemda belum siap dengan aturan BPHTB. "Tapi jangan sampai semua masalah yang ada, nanti muaranya diselesaikan dengan kebijakan bank. Karena kalau itu yang terjadi, berarti kondisinya tidak sehat," terangnya.

Dia juga mengungkapkan BTN tengah melakukan kajian dan menimbang-nimbang resiko dari kondisi yang terjadi saat ini. "BTN akan membuat strategi lain, misalnya mengucurkan kredit pada sektor-sektor usaha yang tidak terkait dengan aturan BPHTB,"kata Iqbal. Dia mengaku akan menyiapkan kebijakan bisnis yang tidak bergantung pada BPHTB. Namun, imbuh Iqbal, BTN tetap menargetkan pertumbuhan kredit sebanyak 25 persen-27 persen pada 2011. Sebanyak 85 persen diharapkan dapat dikontribusi dari KPR dan sisanya dari kredit non KPR. (vit)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130