Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Optimistis Laba Tumbuh 50%

Sumber: Investor Daily
28/01/2010
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) optimistis laba perusahaan tumbuh sebesar 50% tahun ini. Untuk itu, perseroan akan mengoptimalkan penyaluran kredit yang diharapkan naik 22%.  Direktur BTN Saut Pardede mengatakan, pihaknya tidak sekedar mengejar peningkatan re­turn on asset, melainkan juga meningkatkan return on equity.
 

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) optimistis laba perusahaan tumbuh sebesar 50% tahun ini. Untuk itu, perseroan akan mengoptimalkan penyaluran kredit yang diharapkan naik 22%.  Direktur BTN Saut Pardede mengatakan, pihaknya tidak sekedar mengejar peningkatan re­turn on asset, melainkan juga meningkatkan return on equity.

 

"Kami tidak sekadar menge­jar aset 10 besar, tapi pencapaian laba perusahaan yang juga akan masuk 10 besar. Laba BTN tahun ini diperkirakan tumbuh 50%," kata Saut di sela penandatanganan kerja sama BTN dan PT Pos Indonesia (Posindo), Rabu (27/1).

 

Per September 2009, laba bersih perusahaan mencapai Rp 319 miliar. Perusahaan menargetkan laba bersih dapat men­capai Rp 485 miliar pada 2009. BTN memperkirakan akselerasi penyaluran kredit pemilikan rumah bersubsidi akan terus meningkat pascapelepasan saham perdana ke publik (IPO) pada Desember 2009. BTN saat ini menguasai pangsa pasar KPR nasional, yakni 25,3%.

 

Dari total KPR nasional, sekitar Rp 16,5 triliun merupakan KPR bersubsidi, yang 99% disalurkan BTN. Peningkatan kinerja perusahaan, lanjut Saut, dilakukan dengan memperbesar ekspansi kredit.

 

Pada 2009, perseroan mencatat penyaluran kredit baru se­besar Rp 16 triliun, sedangkan tahun ini diharapkan di atas Rp 20 triliun. Saut mengaku, de­ngan adanya skim pinjaman kre­dit baru dari Kementerian Perumahan Rakyat, pihaknya op­timistis pengucuran kredit ta­hun ini bisa lebih baik dari pertumbuhan 2009.

 

"Tahun lalu pertumbuhan kredit kami 28%. Sedangkan tar­get tahun ini hanya 22%, tapi yakin bisa lebih besar dari itu," katanya.

 

Sebelumnya manajemen BTN mengungkapkan, perusahaan segera melakukan ekspansi kre­dit dengan optimal pada semes­ter ini. Percepatan ekspansi tersebut sengaja dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan naiknya suku bunga di semes­ter II.

 

"Kelihatannya kondisi di se­mester satu lebih baik dari se­mester dua," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro.

 

Sumber   Dana

 

Terkait sumber dana, BTN belum menghadapi kendala berarti. Pasalnya, sebagian dana ekspansi akan dipenuhi dari sekuritisasi aset. BTN juga akan menerbitkan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) senilai Rp 750 miliar hingga Rp 1 triliun. Rencananya, KIK EBA tersebut akan diterbitkan di semester 12010.

 

Tak hanya itu, BTN berencana menerbitkan obligasi jangka panjang senilai Rp 1,52 triliun pada semester ini. Obligasi ini diharapkan dapat menjaga sum­ber dana jangka panjang yang dibutuhkan untuk membiayai kredit perumahan rakyat (KPR).

 

Selanjutnya, BTN memperkuat sumber dana dari dana pihak ketiga (DPK). Salah satunya melalui produk tabungan BTN yang bekerja sama dengan Posindo, yakni e-Batara Pos, di­perkirakan tumbuh dua kali lipat dari pencapaian, 2009 sebesar Rp 1 triliun.

 

Saat ini, sebanyak 2 ribu jaringan Posindo telah terkoneksi secara online dengan BTN. "Untuk 2010 kami harapkan jaringan Posindo yang terhubung be'rtambah 500 unit," ujar dia.

Aset BTN pada 2010 diharap­kan naik 27%, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) diperkira­kan mencapai Rp 34 triliun ta­hun ini. PascaIPO, rasio kecukupan modal (CAR) BTN mencapai 23%. Saut menilai, de­ngan ekspansi yang dilakukan, dalam dua tahun ke depan CAR tersebut bisa kembali ke posisi semula sebesar 15%.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130