Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Patok Kredit Rumah Rp 30 Triliun

Sumber: Bisnis Indonesia, 29 Maret 2011
04/04/2011
PT Bank Tabungan Negara Tbk sepanjang tahun ini menargetkan realisasi kredit properti mencapai Rp 25 Triliun hingga Rp 30 Triliun guna men dorong pelaksanaan program rumah murah yang dicanangkan pemerintah.

 
PT Bank Tabungan Negara Tbk sepanjang tahun ini menargetkan realisasi kredit properti mencapai Rp 25 Triliun hingga Rp 30 Triliun guna men dorong pelaksanaan program rumah murah yang dicanangkan pemerintah.

Direktur Housing and Commercial Banking PT BTN Tbk Purwadi mengatakan potensi pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) di Indonesia masih besar. Menurut dia, pertumbuhan masyarakat kelas menengah terus meningkat sehingga pasar perumahan akan semakin tumbuh.

Selain itu, Purwadi menuturkan BTN pada tahun ini berencana mengalokasi KPR bersubsidi dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan bagi rumah sejahtera senilai Rp 4 Triliun hingga Rp 5 Triliun, yang tak jauh berbeda dengan tahun lalu yang mencapai Rp 5,1 Triliun.

"Saat ini pangsa pasar KPR bersubsidi oleh PT BTN mencapai 97% dengan porsi pangsa pasar KPR perbankan secara umum sebesar 27%. Kami menargetkan pertumbuhan kredit sepanjang 2011 naik 25% hingga 30%," ujar Purwadi, kemarin.

Purwadi menjelaskan pada tahun lalu 60% porsi penyaluran KPR PT BTN terserap oleh konsumen properti di wilayah Bogor, Tangerang dan Bekasi. Adapun daerah yang pa ling besar menyerap kredit proper ti, yaitu wilayah Batam, Surabaya dan Banjarmasin.

Sebelumnya pada Februari 2011, PT BTN menargetkan penyaluran dana FLPP sebesar Rp 400 Miliar yang setara dengan 8.000 unit rumah sejahtera di bandingkan dengan Januari 2011 sebesar Rp 200 Miliar.

Sekadar informasi, komposisi program FLPP, 60% berasal dari dana APBN yang disalurkan oleh Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan, semen tara 40% nya berasal dari dana internal perusahaan.

Pada tahun ini Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menargetkan untuk menyalur kan dana FLPP bagi 210.000 unit RS. Penyaluran ini akan dibagi kepada beberapa bank penyalur.

Sampai dengan bulan ini Kemenpera te lah menanda tangani perjan jian kerjasama operasional de ngan BTN dan Bukopin.

BTN menar getkan penyalur an FLPP bagi 120.000 unit RS, sementara Bukopin menargetkan penyaluran FLPP bagi 50.000 unit RS. Sisanya sebanyak 40.000 unit akan disebar melalui beberapa bank daerah dan bank BUMN lain yang telah mengajukan minat pada Kemenpera.

Purwadi menambahkan kebutuhan perumahan Tanah Air masih cukup tinggi. Saat ini terdapat backlog perumahan sekitar 8,5 juta unit. Menurut dia, terdapat tambahan kebutuhan rumah baru sekitar 800.000 unit karena pertambahan penduduk.

Sementara itu, kemampuan supply rumah, baik rumah formal maupun swadaya hanya sekitar 400.000 unit per tahun.
Dengan demikian, setiap tahun terjadi penambahan backlog sebesar 400.000 unit.

Strategi terpadu Di tempat terpisah, Perum Perumnas menilai perlu adanya strategi terpadu antara pemerintah daerah, Kementerian Perumahan Rakyat, pengembang dan perbankan guna menyediakan rumah murah dan terjangkau oleh masyarakat menengah bawah.

Dirut Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto mengatakan ada beberapa langkah strategi terpadu untuk penyediaan rumah murah.
"Harus ada strategi integrated sehingga apa yang disampaikan oleh Presiden mengenai konsep rumah murah dapat terjangkau," kata Himawan, kemarin.

Langkah tersebut, a.l. adanya inisiatif dan kebijakan pemerintah dari aspek supply dan demand. Menurut dia, inisiatif dari pemerintah seperti menentukan jumlah kelompok sasaran, mengatur tipe rumah dan harga jual.

Selain itu, adanya program subsidi dan insentif untuk program rumah murah seperti fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan public service obligation (PSO). Pemerintah juga harus menyediakan stimulus infrastruktur.

Selanjutnya, yaitu peran pemda dalam menyediakan lahan untuk program pembangunan rumah murah. Himawan menilai pemda mempunyai peran strategis dalam rangka pemenuhan kebutuhan rumah murah bagi warganya.

Dia menjelaskan peran perbankan yaitu menyediakan FLPP, penyampaian subsidi kepada Kemenpera serta menyediakan kredit konstruksi.

Sementara itu peran pengembang yaitu membangun perumahan yang layak dan terjangkau, memfasilitasi subsidi bagi konsumen. Bagi Perumnas, katanya, melalui penugasan pemerintah, Perumnas bertanggung jawab untuk melaksanakan PSO.
(siti.nuraisyah@bisnis.co.id)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130