Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Pede Biayai 260 Ribu Rumah

Sumber: Rakyat Merdeka
30/07/2010
BTN optimis bisa melipatgandakan pembiayaan pembangunan unit rumah bersubsidi. Terutama setelah adanya fasilitas likuiditas dari pemerintah.
 
BTN optimis bisa melipatgandakan pembiayaan pembangunan unit rumah bersubsidi. Terutama setelah adanya fasilitas likuiditas dari pemerintah.
Sebelum adanya program pembiayaan dari pemerintah, BTN menargetkan pembiayaan 130 ribu unit rumah bersubsidi. Sampai dengan semester I tahun 2010, BTN telah membiayai pembiayaan terhadap 57 ribu unit rumah bersubsidi.
"Dengan adanya fasilitas tersebut, (target) bisa double menjadi 260 unit rumah. Tapi ini kan masih ada masa transisi dan pola lama yang masih berjalan sampai BLU (Badan Layanan Umum) ini siap," jelas Dirut Bank Tabungan Negara (BTN) Iqbal Latanaro.
Iqbal menyatakan hal itu usai launching "BLUPusat Pembiayaan Perumahan Sebagai Pelaksana Kebijakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Peruma­han" di Kantor Kementerian Keuangan, kemarin.
Ia menambahkan, fasilitas pemerintah itu diharapkah tahun ini bisa berjalan. Tetapi kalaupun belum, maka BTN memutuskan memakai target pembiayaan yang lama. "Tapi kemudian akan dikonversi menjadi liquidity fa­cility, karena ada prosedur-prosedur dan proses yang harus jelas," imbuhnya.
Dengan adanya pemberian fa­silitas likuiditas pembiayaan perumahan ini, maka diharapkan mampu menekan suku bunga KPR hingga single digit, atau di bawah 10 persen dan bersifat tetap sepanjang masa kredit.
Menurut Iqbal, makin besar dana pendamping yang diberikan, maka akan semakin kecil suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR). "Sekarang bunga kita 10,5 hingga 11 persen. Dan (angka) itu akan menjadi satu digit kalau kita dapat komposisi kira-kira 70-80 dari BLU Fasilitas Li­kuiditas Kredit," terang Iqbal.
Untuk menikmati kemudahan ini, tentu ada syaratnya. Pem­berian fasilitas ini hanya diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah atau kurang dari Rp 2,5 juta per bulan jika ingin mengambil landed house. Sedangkan untuk kepemilikan rumah susun sederhana milik (rusunami) harus memiliki penghasilan Rp 4,5 juta per bulan.  RAN
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130