Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Perbesar Bisnis Non Perumahan

Sumber: Bisnis Indonesia, 12 Agustus 2011
23/08/2011
PT Bank Tabungan Negara Tbk akan mendorong bisnis nonperumahan hingga mencapai 15% dari total portofolio pembiayaan dalam 3 tahun ke depan. Saat ini kontribusi nonperumahan baru mencapai 10%.

 
PT Bank Tabungan Negara Tbk akan mendorong bisnis nonperumahan hingga mencapai 15% dari total portofolio pembiayaan dalam 3 tahun ke depan. Saat ini kontribusi nonperumahan baru mencapai 10%.

Dirut BTN Iqbal Latanro mengatakan langkah tersebut diambil untuk melakukan diversifikasi pendapatan selain dari sektor perumahan. Terlebih lagi bisnis nonperumahan menawarkan imbal hasil yang lebih besar.

"Margin nonperumahan cukup besar, terutama pada mikro. Tapi, ini sebatas diversifikasi bisnis saja. Kami akan meningkatkan menjadi 15% dari saat ini 10% dalam 3 tahun ke depan," ujarnya di Jakarta, Rabu malam.

Hingga paruh pertama tahun ini, BTN membukukan penyaluran kredit sebesar Rp 56,49 Triliun, naik sebesar 21,46% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 46,51 Triliun. Hampir 90% dari total kredit tersebut untuk sektor properti.

Menurut Iqbal, bisnis nonperumahan memang cukup menggiurkan, dengan jangka waktu hanya 3-5 tahun bisa menghasilkan margin lebih besar dari perumahan yang membutuhkan waktu hingga 10-15 tahun.

Namun, dia membantah akan melupakan bisnis inti pada sektor perumahan. "Nggak lah [mengurangi pembiayaan perumahan], kan itu memang core bisnis kami dan kemampuan kami ada disitu."

Dalam kesempatan itu, BTN mengucurkan kredit (channeling) kepada PT Permodalan Nasional Madani untuk program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebesar Rp 200 Miliar.

Kredit tersebut merupakan kali ketiga yang diberikan kepada kepada PNM, sehingga total kredit mencapai Rp 350 Miliar.

Dua tahap sebelumnya, BTN masing-masing menyalurkan Rp 50 Miliar (2009) dan Rp 100 Miliar (2010). Seluruh kredit dialokasikan untuk pembiayaan modal kerja bagi sektor usaha kelompok mikro, kecil, dan menengah. Eximbank Pada perkembangan terpisah, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Eximbank membukukan aset hingga Juli 2011 sebesar Rp 23,02 Triliun, naik 11,55% dibandingkan dengan akhir 2010 Rp 20,64 Triliun.

Dalam siaran pers yang diterima Bisnis, kemarin, manajemen mengungkapkan peningkatan aset didorong oleh pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp 16,72 Triliun, naik 6,24% dari akhir 2010 yang sebesar Rp 15,74 Triliun.

Pembiayaan tersebut didominasi oleh modal kerja ekspor sebesar Rp 11,23 Triliun atau sekitar 67,16% dari total portofolio. Adapun sisanya, yakni Rp 5,49 Triliun merupakan pembiayaan investasi.

Sektor ekonomi utama yang dibiayai oleh Indonesia Eximbank adalah perindustrian sebesar 54,09%, pertambangan 8,33%, pertanian 10,26%, dan pengangkutan dan pergudangan 10,2%.

Pembiayaan terkonsentrasi pada beberapa provinsi dengan penyebaran yang cenderung merata. Jawa Timur memiliki porsi tersebar yakni 16,06%, dilanjutkan Riau 14,21%, DKI Jakarta 13,49%, Kalimantan Timur 8,84%, Lampung 8,13%, Jawa Tengah 8,01% dan Jawa Barat 7,76%.

Adapun sisanya diberikan untuk wilayah Sumatra Utara 6,87%, Sumatra Selatan 5,54%, Banten 3,65% dan wilayah lainnya 7,44%.

Rasio kecukupan modal perusahaan dengan mempertimbangkan risiko kredit dan risiko pasar sebesar 38,17%, turun dari akhir 2010 sebesar 39,89%. (20)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130