Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Proses Permohonan Kredit 400 Rusunami

10/04/2008
 
New Page 1 (JAKARTA) Permohonan kredit pemilikan rumah susun milik (Rusunami) sampai Maret 2008 di Bank Tabungan Negara (BTN) sudah mencapai 400 unit, dengan nilai rata-rata Rp 100 juta-120 juta unit "Permohonan kredit pemilikan apartemen (KPA) ini berasal dari proyek Rusunami di Kelapa Gading Nias Residence, Cawang, dan Cengkareng." kata Wakil Direktur Utama BTN, Evi Firmansyah di Jakarta, Senin (74). di sela-sela peresmian Kantor Cabang BTN di Kelapa Gading. BTN membuka cabang ke-55 berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara, setelah pada 1 April 2008 membuka kantor cabang di Cibubur Jakarta Timur. Sampai Desember 2007, bank tersebut memiliki 1.507 jaringan kantor tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah jaringan sampai Maret 2008 telah tumbuh menjadi 1.522 unit terdiri atas 253 kantor, termasuk 14 kantor unit usaha syariah. 1.269 kantor pos online dan ATM 279 unit. Menurut Evi Firmansyah, BTN mengalokasikan KPA Rusunami pada tahun 2008 sebesar Rp 1 triliun dari total alokasi kredit tahun yang sama Rp 10 triliun. "Jika dibutuhkan, akan kami ambil dari alokasi kredit lainnya. Tetapi, berdasarkan pengalaman tahun 2007, alokasi kredit pemilikan Rusunami Rp 1 triliun belum terserap seluruhnya." katanya Dia menjelaskan, permohonan kredit pemilikan Rusunami itu baru berasal dari cabang Kelapa Gading. Jadi, masih akan bertambah lagi mengingat Kelapa Gading Nias Residence saja akan memasok 5.000 unit. Permohonan kredit baru akan dilanjutkan menjadi akad kredit apabila menara Rusunami itu sudah selesai dibangun. "Kami tidak akan melakukan akad kredit apabila Rusunami itu belum dibangun," ujarnya. Namun, untuk membiayai pembangunan Rusunami tersebut BTN menyediakan kredit konstruksi, yang besarnya sekitar Rp 150 miliar kepada pengembang. Terkait dengan alokasi anggaran subsidi Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) tahun 2008 yang tersisa tinggal Rp 298 miliar, Evi mengatakan. BTN tetap akan komitmen dalam menyalurkan kredit bersubsidi. "Praktiknya memang BTN yang membiayai terlebih dahulu KPR subsidi, baru kemudian diminta kepada Kemenpera. Kalaupun saat ini dananya tinggal Rp 298 miliar, karena untuk membayar tunggakan tahun 2007, kami yakin, tahun 2008 dana subsidi akan tetap disediakan oleh pemerintah melalui APBN Perubahan," ujarnya. Saat ini Kemenpera telah memintakan tambahan dana subsidi kepada Menteri Keuangan Rp 666 miliar, sehingga bisa dimanfaatkan membiayai Rumah Sederhana Sehat (RSH), Rusunami, dan Rumah Swadaya. "Saya kira, pemerintah dan DPR akan mengabulkan permohonan itu seperti tahun sebelumnya." ujarnya. Mengenai rencana penerbitan saham perdana (initial public offering/lPO) pada semester II tahun 2008. Evi mengatakan, pihaknya tengah meminta persetujuan terlebih dahulu dengan pemegang saham (pemerintah) dan DPR [N-6] (Suara Pembaruan)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130