Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Raup Laba Rp 480 Miliar

Sumber: Detik.com
21/07/2011
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat laba bersih sebesar Rp 480 miliar pada Juni 2011 atau tumbuh 13,84% dibandingkan pada periode yang sama di 2010 yang sebesar Rp 422 miliar.
 
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat laba bersih sebesar Rp 480 miliar pada Juni 2011 atau tumbuh 13,84% dibandingkan pada periode yang sama di 2010 yang sebesar Rp 422 miliar. Laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang mencapai Rp 56,49 triliun di Juni 2011 atau tumbuh sebesar 21,46% dibandingkan pada Juni 2010 yang sebesar Rp 46,51 triliun.
"Beberapa rasio keuangan BTN terus tumbuh cukup baik dari sisi aset, kredit, dana pihak ketiga (DPK), dan Laba," ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro dalam konferensi persnya di Gedung BTN, Harmoni, Jakarta, Rabu (20/7/2011).
Iqbal memaparkan juga aset BTN mengalami peningkatan aset menjadi Rp 73,8 triliun atau tumbuh 20,92% dari posisi yang sama di 2010 yang sebesar Rp 61,06 triliun.
Dari sisi DPK, BTN mencatat pertumbuhan sebesar 27,41% atau mencapai Rp 51 triliun di Juni 2011 dibanding Rp 40 triliun di Juni 2010.
"Non Performing Loan (NPL) net sendiri tercatat 3,65%. Sedangkan Rasio Kecukupan Modal (CAR) tercatat sebesar 15,85%," ungkapnya.
Lebih jauh Iqbal mengatakan dari Januari 2011 sampai Juni 2011 (year to date) BTN telah menyalurkan kredit lebih dari Rp 6 triliun. Komposisi kredit BTN antara housing dan non housing tercatat sebesar 89,5% dan 10,5%.
"Pertumbuhan kredit YoY ini lebih tinggi dari industri yang memang slowdown di semester I-2011 ini. Kita targetkan pertumbuhan kredit di 2011 sebesar 27%," jelasnya.
Sementara itu Pendapatan Bunga Bersih/Net Interest Income (NII) pada semester I-2011 ini mencapai Rp 1,727 atau meningkat dari Rp 1,545 triliun.

BPHTB Masih Jadi Ancaman BTN
Kisruh ketidakjelasan pungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di dearah menjadi faktor kurang maksimalnya pertumbuhan kredit BTN.
Direktur BTN Irman A Zahirudin mengatakan banyak daerah yang belum bisa menyelesaikan BPHTB ini.
"Pada Maret, April kemarin daerah belum bisa menyelesaikan BPHTB, belum ada harga jual pasti," kata Irman.
Selain itu, yang menjadi kendala Irman mengatakan susahnya mencari blanko Akta Jual Beli (AJB) juga menjadi masalah.
"Blanko AJB bisa habis di beberapa tempat. Ini jadi faktor juga," tegas Irman.

(dru/dnl)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130