Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Revisi Target Kredit

Sumber: Seputar Indonesia Pagi
16/07/2010
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan menaikkan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun ini sebesar 35%,dari sebelumnya hanya sekitar 25–30%.
 
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan menaikkan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun ini sebesar 35%,dari sebelumnya hanya sekitar 25–30%.

Hingga kuartal I/2010 BTN telah menyalurkan kredit sebesar Rp 43,1 triliun. Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan, revisi target kredit dilakukan jika kondisi pasar kredit pemilikan rumah (KPR) tetap baik hingga akhir tahun. Sebelumnya BTN menargetkan penyaluran kredit tahun ini sebesar 25–30% dari Rp40 triliun menjadi Rp52 triliun.”Saya lihat kredit secara year on year akan tercapai. Tapi, kemungkinan akan upsize kredit hingga 35%,” ungkap Iqbal usai melakukan pengundian hadiah Tabungan eBatara Pos senilai total hadiah Rp13 miliar di Jakarta kemarin.

Menurut Iqbal, selain kondisi pasar KPR yang diyakini terus membaik, revisi target kredit dilakukan jika likuiditas perseroan terus meningkat. Sehingga, pertumbuhan kredit perseroan diperkirakan akan mencapai Rp 54 triliun hingga akhir tahun ini. Iqbal menjelaskan, BTN setiap bulannya menyalurkan kredit mencapai Rp 1,5–2 triliun. Sektor yang masih dominan yakni KPR dan kredit usaha rakyat (KUR). Untuk penyaluran KUR, lanjut Iqbal,BTN telah menaikkan targetnya dari Rp 300 miliar menjadi Rp 500 miliar.

Pengamat perbankan Aviliani menilai target pertumbuhan kredit BTN sebesar 35% sangat berat untuk dicapai dalam kondisi saat ini.Apalagi,tarif dasar listrik (TDL) yang baru saja naik akan memengaruhi kenaikan harga-harga lainnya. ”Pengaruh daya beli masyarakat tentu akan terganggu,termasuk dalam membeli rumah,”ujar Aviliani. Menurut Aviliani,selama ini perbankan lebih banyak menggenjot sektor kredit konsumsi dan jasa. Sedangkan sektor infrastruktur terbilang masih kecil, terlebih pemerintah kurang giat untuk melakukan pembangunan infrastruktur.

Untuk itu, lanjut Aviliani, jika BTN ingin mencapai pertumbuhan kredit hingga 35% maka harus melakukan terobosan-terobosan yang cukup signifikan seperti kepemilikan rumah bagi orang asing. ”Kendalanya akan sangat besar bagi BTN untuk mencapai pertumbuhan (kredit) 35%, tidak bisa hanya mengandalkan KPR subsidi saja,”tambahnya.

Genjot Dana Murah

Sementara itu, Iqbal mengaku BTN akan terus meningkatkan porsi dana murah yang ada pada dana pihak ketiga (DPK). Salah satunya dengan memberikan hadiah yang menarik untuk tabungan eBatara Pos yang merupakan kerja sama BTN dengan PT Pos Indonesia. Sekitar Rp 13 miliar digelontorkan BTN untuk menarik nasabah Tabungan e'Batara Pos. ”Ada peningkatan yang sangat signifikan pada jumlah nasabah dan nilai tabungan e'Batara Pos,”katanya. Iqbal mengatakan terjadi kenaikan nilai minimal tabungan nasabah eBatara dari Rp 200.000 menjadi Rp 800.000 atau naik sekitar 300%.Kenaikan ini tidak terlepas dari jaringan PT Pos yang menyebar ke pelosok Indonesia.

Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana menambahkan, jumlah dana tabungan e'Batara Pos per semester I/2010 mencapai Rp 2,06 triliun atau naik 32,38% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 1,55 triliun. Produk tersebut saat ini dilayani di 2.578 Kantor Pos Online di seluruh Indonesia. (didik purwanto/ rakhmat baihaqi) 
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130