Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN SYARIAH Akan Serap KPR Bersubsidi

04/04/2006
 
Jakarta - BTN Syariah memproyeksikan menyerap subsidi KPR yang disediakan pemerintah untuk pengadaan 200 unit rumah sehat sederhana (RSS). Hal itu diungkapkan Kepala Unit Syariah Bank BTN, Willy Aryati. Tahun ini pemerintah menyediakan subsidi KPR sebesar Rp252 miliar melalui Kementerian Negara Perumahan Rakyat. Subsidi diberikan untuk KPR berpola konvensional dan syariah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Besaran subsidi yang diberikan bervariasi, Rp 5 juta hingga Rp 9 juta. Penentuannya didasarkan pada besaran penghasilan masyarakat hingga Rp 2 juta. Menurut Willy, tidak ada spesifikasi jenis subsidi yang akan diserap. BTN Syariah hanya menargetkan menyerap subsidi KPR syariah dengan besaran variatif. Menurutnya, jenis subsidi yang diserap bergantung pada kondisi objektif besaran penghasilan masyarakat yang mengajukan. Tahun lalu realisasi penyerapan dana subsidi KPR konvensional dan syariah dinilai belum optimal. Menurut Willy, itu terjadi karena program subsidi baru dilaksanakan mulai November tahun lalu. BTN Syariah hanya mampu menyerap subsidiuntuk 20 unit RSS. "Tahun lalu kenapa hanya sedikit yang terealisasi karena waktunya sedikit, yakni sejak November," katanya. Kendala lainnya, menurut dia, kelengkapan administrasi masyarakat pemohon KPR syariah bersubsidi. Sebetulnya banyak yang mengajukan permohonan. Tapi, ketika BTN Syariah melakukan verifikasi, banyak yang tidak lulus. "Contohnya, ketika tim kami melakukan pengecekan, ternyata mereka sudah mempunyai rumah. Hal ini juga terjadi saat ini. Kami dapat 50 lebih permohonan, tapi setelah diverifikasi tinggal setengahnya," katanya. Meskipun demikian, Willyoptimistis dapat mencapai target penyerapan subsidi tahun ini. Untuk merealisasikan target penyerapan subsidi tahun ini, BTN Syariah akan mengoptimalkan kinerja ketujuh kantor cabangnya. Mereka akan didorong melakukan sejumlah upaya agar target tercapai. Sementara itu Direktur Eksekutif Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES), Mohammad Nadratuzzaman Hosen, menyatakan program KPR syariah bersubsidi belum tersosialisasi dengan baik. Padahal, menurut dia, program tersebut lebih menguntungkan dibandingkan program KPR konvensional bersubsidi. Di tengah situasi ekonomi yang terus-menerus dipengaruhi inflasi, KPR syariah dapat menjadi solusi alternatif. Meskipun suku bunga mengalami inflasi, cicilan KPR syariah tidak berubah karena memang menerapkan tarif flat. Hal ini berbeda dengan KPR konvensional yang menggunakan sistem bunga yang menyebabkan cicilannya terus berubah. PKES juga rencananya akan mendistribusikan 100 ribu buku pengantar perbankan syariah kepada masyarakat umum pada 1 Mei. Di dalamnya terdapat keterangan mengenai KPR syariah bersubsidi dan cara pengajuannya.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130