Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Salurkan 92% Dana Kredit Baru 2005 bagi Perumahan dan Industri Pendukungnya

03/06/2005
 
Jakarta, NERACA Bank Tabungan Negara (BTN) akan mengalokasikan 92% kredit barunya untuk kredit perumahan dan pendukung perumahan sesuai dengan Rencana Kerja Anggaran Perbankan (RKAP) 2005.”Dari total kredit baru yang dialokasikan sebesar Rp 4,1 triliun, sebanyak Rp 3,8 triliun atau 92 persennya merupakan kredit perumahan dan kredit pendukung perumahan,” kata Direktur Utama BTN,Kodradi,di Jakarta, kemarin. Meski begitu menurut dia, sesuai RKAP juga direncanakan untuk mengurangi risiko maturity mismatch dengan mengurangi ketergantungan dana-dana jangka pendek dan menggantikan dengan instrumen keuangan berjangka menengah/panjang.Upaya membatasi dana-dana jangka pendek dilakukan dengan mengurangi deposan lembaga sebesar Rp 1 triliun, serta menggantikannya dengan dana ritel sebesar Rp 1,5 triliun. Sementara untuk memperbesar sumber dana jangka panjang telah direncanakan untuk menerbitkan surat utang (obligasi) berjangka waktu sampai dengan tujuh tahun sebesar Rp 850 miliar yang terdiri dari Obligasi BTN XI Rp 750 miliar dan Obligasi Syariah BTN I Rp 100 miliar. Menurut Kodradi, BTN telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada 2 juta nasabah dengan nilai Rp 21 triliun dalam kurun 28 tahun (1976-2004) dengan demikian menempatkannya sebagai bank yang memfokuskan bisnisnya di bidang perumahan. “Selanjutnya dalam rangka mendukung upaya BTN untuk menjadi anchor bank di bidang perumahan telah dilakukan upaya memperkuat struktur permodalan diantaranya melalui penerbitan saham Initial Public Offering”. Meskipun saat ini BTN bukan termasuk bank yang mendapat prioritas untuk go public lanjut dia, terkait hal tersebut manajemen telah membentuk Tim Persiapan Privatisasi BTN dengan menerbitkan SK Direksi No. 121 tahun 2001 lalu.”IPO ini apabila disetujui akan dilaksanakan tahun 2006 mendatang,” sebutnya. Kodradi juga menjelaskan,realisasi kredit mikro,kecil,dan menengah BTN sebesar Rp 3,74 triliun atau 93,85% dari total kredit 2004 sebesar Rp3,98 triliun. Sebagian besar kredit yang ditawarkan terkait pembiayaan perumahan dan industri ikutannya. Disebutkan pula,BTN dipercaya untuk menyalurkan KPR bersubisidi (RSH) sebesar Rp13,4 triliun (lebih dari 1,7 juta debitur) dalam kurun waktu 1976 sampai dengan April 2005.Selain itu,BTN juga dipercaya menyalurkan Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK) yang sumbernya dari Surat Utang Pemerintah yang dalam 8 bulan (September 2004-April 2005) telah tersalurkan Rp 84,17 miliar (426 debitur). Disamping itu BTN juga menyalurkan Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan Tambahan serta Kredit Kepercayaan Usaha Mikro, juga program kemitraan,”ucapnya. Neraca mencatat, sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melebur BTN dengan bank-bank badan usaha milik pemerintah (BUMN) yang lain.Sebaliknya,kapasitas BTN akan ditingkatkan guna mendukung pembiayaan pembangunan perumahan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia. Penegasan Wapres tersebut diungkapkan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPPREI) Lukman Purnomosidi, usai bertemu dengan wapres, di Jakarta,beberapa waktu lalu. “Wapres jelaskan Bank Tabungan Negara tetap akan menjadi bank yang khusus pembiayaan perumahan dan akan ditingkatkan kapasitasnya,” kata Lukman, ketika itu. Ia menambahkan, wapres juga menyatakan pada hakekatnya pemerintah belum memutuskan kemana arah BTN nantinya.”Namun secara tegas wapres mengatakan BTN tetap akan menjadi satu bank tersendiri,” ucap Lukman.(22)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130