Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Salurkan Hp 800 Miliar untuk Kusuna/RSH

31/03/2008
 
New Page 1 JAKARTA. KOMPAS-Sampai Maret 2008, kredit yang sudah disalurkan Bank Tabungan Negara untuk kredit pemilikan ramah susun sederhana dan rumah sederhana sehat sebesar Rp 800 miliar. Manajer Humas BTN Dody Agoeng menyebutkan, hingga pertengahan Maret 2008, mulai banyak pemohon kredit pemilikan apartemen untuk rumah susun sederhana (rusuna). "BTN pusat sampai harus meminta bantuan dari tenaga-tenaga di kantor cabang BTN untuk mengecek rusuna yang sedang dibangun. Kini, beberapa pengembang memang berpacu membangun rusuna," kata Dody di Jakarta, pekan lalu. BTN mencatat ada 4.000 permohonan untuk kredit rusuna. Pembangunan rasuna adalah program pemerintah untuk mewujudkan 1.000 menara rusuna di 10 kota besar di Indonesia. Namun, daerah yang siap melaksanakan program tersebut baru di kawasan Jakarta dan sekitarnya I. ntuk program rusuna, BTN telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1 triliun. Sementara itu, Presiden Direktur Cawang Housing Reddy Hartadji menilai minat masyarakat untuk tinggal di rusuna dinilai tinggi. Hal itu merupakan peluang bagi pengusaha properti untuk terjun ke penyediaan rusuna untuk masyarakat menengah ke bawah. Reddy mengatakan, bisnis rumah susun sederhana milik (rusunami) memiliki prospek cerah karena minat masyarakat menengah ke bawah untuk membeli hunian itu cukup tinggi. Potensi itu juga terlihat dari peningkatan pelaku bisnis properti yang ikut membangun human tersebut "Mulai banyaknya pelaku bisnis yang terlibat menunjukkan bisnis ini feasible, layak. Pengembang lain jangan ragu membangun rusuna," kata Reddy, Sabtu (29/3) di Jakarta. Reddy mencontohkan proyek rusuna yang dia bangun di daerah Cawang. Pengusaha ini membangun rusuna sebanyak 731 unit, yang sejak ditawarkan tahun 2007 sudah terjual semuanya. Reddy mengklaim, sekitar 72 persen dari pembeli rusuna itu adalah pegawai negeri dan selebihnya pegawai swasta dan wiraswasta. Namun, dia tidak menjelaskan apakah konsumennya itu membeli dengan cara tunai atau melalui kredit ke BTN. Konsumen akan mendapat subsidi selisih suku bunga dan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen dari pemerintah kalau membeli rusun tersebut dengan cara mencicil melalui kredit pemilikan apartemen (KPA) di BTN. Namun, kalau konsumen membeli rusun "murah" tersebut dengan cara tunai, tidak akan mendapat subsidi ataupun pembebasan PPN. Animo pembeli Deputi Bidang Perumahan Forma] Kementerian Negara Perumahan Rakyat Zulfi Syarif Koto juga menekankan tingginya animo pembelian rasuna. Di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), pemesanan unit rusuna rata-rata mencapai 60 persen. "Kebutuhan tinggal di rumah susun antara lain karena kemacetan lalu lintas," ujar Zulfi. Reddy menilai, pilihan masyarakat tinggal di rusuna masih dalam penjajakan. Kebutuhan masyarakat terhadap rusuna bara benar-benar teruji pada tiga tahun mendatang. "Setelah tiga tahun, baru terlihat apakah masyarakat betah atau tidak tinggal di rusuna," katanya. (RTO/ LKT)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130