Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Salurkan Rp 100 Miliar Kredit Rusunami

12/02/2008
 
New Page 1 JAKARTA (Ml): Bank Tabungan Negara (BTN) mulai menyalurkan sejumlah kredit konstruksi bagi pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) di Jabotabek. Hingga Februari, total jumlah kredit konstruksi rusunami yang disalurkan BTN lebih dari Rpl00 miliar. Direktur Kredit BTN Purwadi mengatakan, dari jumlah itu, diperkirakan tahun ini ada sejumlah pengembang lagi yang akan mengajukan kredit konstruksi. "Total yang sudah putus mencapai Rpl00 miliar, beberapa lagi sedang dalam proses," ujarnya seusai acara HUT BTN di Jakarta, kemarin. Empat lokasi pembangunan rusunami yang menggunakan kredit konstruksi BTN, antara lain Cengkareng Rp40 miliar, Daan Mogot Rp40 miliar, dan Cawang Rp30 miliar. "Rusunami di Cengkareng sudah mengajukan tambahan Rpl00 miliar karena mereka tambah tower," tambahnya, tanpa mau menyebutkan nama pengembang di kawasan itu. Dari jumlah alokasi kredit konstruksi tahun ini sebesar Rpl triliun, menurut Purwadi, BTN mengalokasikan kredit untuk rusunami bersubsidi sebesar Rpl26 miliar. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengemukakan pihaknya optimistis jumlah alokasi kredit tahun ini akan terlampaui. "Saat ini saja ada 63 tower rusunami yang sudah dan sedang dalam proses mengajukan kredit," paparnya. Ditargetkan Agustus mendatang, menurut Iqbal, BTN sudah melaksanakan pencairan untuk kredit pemilikan apartemen (KPA). Sekuritisasi BTN Sementara itu, setelah sempat tertunda, PT Bank Tabungan Negara (BTN) berencana merealisasikan sekuritisasi aset kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp500 miliar pada akhir semester pertama tahun ini. "Insya Allah akan kami realisasikan pada akhir semester I. Kami sudah menuntaskan legal meeting dan lembaga pemeringkat juga sudah mencek semua," ujar Iqbal. Ditinjau dari kesiapan BTN, terdapat tak kurang dari Rp600 miliar KPR kategori lancar yang dapat disekuritisasi. Namun untuk tahun ini, pihaknya hanya menargetkan Rp500 miliar. "Kalau ini lancar, tahun depan akan dilanjutkan lagi," ujar Iqbal. Saat ini, ujarnya, BTN bersama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) tengah menyelesaikan pembahasan yang berkaitan dengan regulasi perpajakan dan pengalihan hak agunan. Realisasi kerja sama BTN dan SMF ini seharusnya dilaksanakan pada November lalu, namun terundur karena masalah perpajakan tersebut. (Media Indonesia)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130