BTN Siap Bersaing Salurkan Dana Bapertarum
New Page 1 MASUKNYA sejumlah perbankan dalam kredit rumah sederhana disambut gembira Bank Tabungan Negara (BTN). Karena, BTN bisa terkurangi bebannya dalam mendukung program pemerintah untuk sejuta rumah. Meski begitu, BTN tetap siap bersaing dengan bank lain
dalam menyalurkan dana Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) PNS yang dalam tahun anggaran 2008 dialokasikan Rp 442 miliar bagi 114.000 PNS. "Kami justru sangat gembira dengan masuknya sejumlah bank menyalurkan dana Bapertarum PNS," kata Direktur
Utama BTN, Iqbal Latanro di Jakarta, Rabu, usai penandatanganan kerjasama layanan online dengan Bapertarum. Tercatat terdapat lima bank yang akan menyalurkan dana Bapertarum yakni BTN, BNI, Bukopin, Bumiputera, dan Bank Mega Syariah, serta menyusul 26 Bank
Pembangunan Daerah (BPD) pada tanggal 14 Februari 2008. Data menunjukkan komposisi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Sederhana Sehat perbankan nasional tahun 2007, kontribusi BTN mencapai 95 persen (102.722 unit), sedangkan bank lain hanya 5 persen (5.094
unit). Lebih lanjut Iqbal mengatakan, persaingan dalam menyalurkan KPR termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang akan membeli Rumah Sederhana Sehat ke depannya tidak dapat dihindarkan lagi. "Akan tetapi disinilah dilihat kemampuan perbankan dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat. BTN sendiri ke depan tidak dapat menghindar untuk melaksanakan efisiensi dan terus memperbaiki sistem pelayanan," ujarnya. Menurut Iqbal pihaknya akan terus memperbaiki sistem teknologi, produk, serta harga (pricing)
sehingga volume yang dapat digarap akan terus ditingkatkan. Dengan masuknya sejumlah bank menggarap pasar PNS yang sudah terbentuk (captive) justru akan membantu BTN karena sampai saat ini masih banyak yang belum tersentuh pelayanan kredit, ujar Iqbal. Iqbal
bahkan menghimbau agar apa yang sudah ditandatangani perbankan untuk menyalurkan dana Bapertarum dapat direalisasikan pada tahun 2008 ini. BTN dalam tahun 2008 sesuai Rencana Kerja Anggaran dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang telah disetujui Kementerian Negara
BUMN mengalokasikan kredit sebesar Rp 10,04 triliun. Alokasi kredit sebesar itu diantaranya Rp 7,2 triliun untuk kredit perumahan, serta Rp 1,8 kredit pendukung perumahan, serta sisanya merupakan kredit lain dan pembiayaan syariah. Kredit perumahan yang disalurkan
meliputi KPR bersubsidi Rp 3,8 triliun, sedangkan KPR bukan bersubsidi Rp 2,4 triliun, sedangkan sisanya merupakan kredit bukan KPR sekitar Rp 1 triliun. Bahkan dalam mendukung program Bapertarum, BTN telah mengalokasikan anggaran bagi PNS yang tinggal di
kota-kota besar untuk mendapatkan fasilitas kredit pemilikan Rusunami. Bapertarum sendiri menyediakan Pinjaman Uang Muka untuk Rusunami sampai dengan Rp 20 juta. Data menunjukkan penyaluran Pinjaman Uang Muka BTN dalam empat tahun terakhir mengalami kenaikan
apabila tahun 2004 baru terealisasi 91 unit, 2005 706 unit, 2006 1.215 unit, dan 2007 2.271 unit. AUL (Rakyat Merdeka)