Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Siapkan Strategi Permodalan

28/03/2005
 
Jakarta-Bank Tabungan Negara (BTN) tengah mempersiapkan upaya memperkokoh permodalan sehingga rasio kecukupan modal (CAR) yang saat ini sudah 16 persen dapat ditingkatkan. Langkah ini untuk membuat BTN dapat sejajar dengan bank BUMN lainnya. “Setidaknya dengan CAR lebih besar lagi, Bank BTN akan lebih leluasa dalam membiayai perumahan,” kata Dirut BTN, Kodradi, seperti dilansir Antara, Senin (14/3). Kodradi mengajukan dua strategi, yakni menahan sebagian dari deviden sehingga tidak diserahkan ke pemerintah. Selanjutnya, menindaklanjuti penerbitan saham (IPO). Kodradi mengharapkan dalam membagikan deviden jangan disamaratakan dengan bank BUMN lain. Setidaknya turut diperhitungkan juga besarnya dana rekap yang diberikan serta kemampuan memperbaiki kinerja setelah rekap itu diberikan. Menurut Kodradi, saat pertama kali rekap CAR Bank BTN masih empat persen. Pada 2004 menjadi 16 persen, di atas persyaratan BI dan Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Dari jumlah modal memang masih terkecil dibanding bank BUMN lainnya. Menurut Kodradi, BTN seharusnya juga diberi kesempatan IPO, seperti bank lain. Rencana IPO telah dituangkan pada 2001 saat Letter Of Intent Dana Moneter Internasional (LOI IMF) disepakati. Namun, jelas Kodradi, saat itu eksistensi Bank BTN masih dipertanyakan. Karena itu, rencana IPO ditunda sambil menunggu selesainya studi independen untuk melihat kinerja Bank BTN. Hasilnya baru rampung pada 2003 sehingga rencana IPO menjadi tertutup. Kodradi menuturkan, pemerintah sampai saat ini belum memasukkan Bank BTN sebagai bank pemerintah yang harus IPO. Padahal, manajemen BTN telah berhasil melaksanakan restrukturisasi internal untuk memperbaiki kinerja hingga selesai sejak 21 Agustus 2002. Kodradi menjelaskan, tim IPO Bank BTN telah mempersiapkan segala sesuatunya sejak September 2001. Pihaknya juga menyiapkan rencana pelaksanaan sampai dengan 2007. Oleh karenanya, BTN akan menyampaikan rencana itu dalam rencana bisnis yang akan diajukan selambatnya minggu depan. “Dalam minggu ini setidaknya seluruh bank diminta menjelaskan rencana bisnisnya kepada Bank Indonesia. Pada kesempatan itu BTN turut memasukkan rencana IPO tersebut meskipun nantinya diserahkan sepenuhnya kepada pemegang saham,” katanya. Dengan modal yang kuat, tutur Kodradi, Bank BTN diharapkan tetap eksis sebagai ‘bank focus’ dibidang perumahan, termasuk nantinya memenuhi persyaratan sebagai bank utama (anchor) sesuai rencana Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Mengenai besarnya IPO, akan sangat bergantung pada perhitungan price to book value (PBV). Mungkin bisa 20 atau 30 persen, tergantung pada pemerintah. “Serta sudah dapat dipastikan saham Bank BTN akan sangat diburu pasar,” tuturnya.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130