Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Sudah Ajukan Rencana Konversi

30/05/2005
 
JAKARTA – Bank Tabungan Negara sudah mengajukan rencana konversi menjadi bank umum syariah. Staf ahli Menteri BUMN, Sunarsip, mengatakan bahwa rencana untuk konversi menjadi bank umum syariah memang berada di tanagn manajemen. Selain usulan konversi menjadi bank umum syariah, kata Sunarsip, ada juga usulan dari BNI untuk mengakuisisi BTN, bahkan setelah BTN dikonversi menjadi syariah. BNI tertarik juga untuk mengakuisisi BTN pascakonversi. “Baik BTN maupun BNI sudah sounding ke Kementerian BUMN. Untuk kementerian BUMN menampung dulu semua usulan,” kata Sunarsip usai berbicara pada seminar yang diselenggarakan SEBI di Jakarta, Kamis (26/5). Dikonversi menjadi syariah atau digabung dengan bank lain, menurut Sunarsip, yang penting fokus pembiayaan perumahan yang menjagi segmen BTN tidak hilang. Pemerintah melalui Kementerian BUMN akan memilih salah satu usulan dengan pertimbangan yang paling menguntungkan. Sunarsip mengatakan, kedua usulan itu sama baik dan sama-sama memungkinkan untuk dilakukan. Menurut dia, pemerintah masih akan melihat dulu framework terbaik untuk BTN yang saat ini fokus di bidang perumahan. Usulan konversi menjadi bank umum syariah bisa diterima karena memperbesar pangsa pasar bank syariah. Begitu juga dengan usulan BNI untuk mengakuisisi BTN sekalipun pascakonversi. Usulan akuisisi akan sejalan dengan kerangka Arsitektur Perbankan Indonesia (API) karena mencakup aspek permodalan. Selain itu, menurut Sunarsip, usulan untuk menjadikan BTN sebagai bank fokus juga tetap diperhatikan. Apalagi dalam API ada juga kategori bank dengan fokus selain bank nasional dan bank lokal. Ada lagi yang kini menjadi perhatian pemerintah, yakni rencana Kementerian Negara Perumahan Rakyat yang hendak membangun satu juta rumah. Rencana tersebut, menurut Sunarsip, harus juga menjadi pertimbangan karena saat ini kredit Kepemilikan Rumah (KPR) sangat sederhana atau rumah bersubsidi merupakan bidang yang ditangani BTN. Karena itu, jelas Sunarsip, harus juga dikaji apakah lebih menguntungkan bila BTN dikonversi menjadi syariah atau digabung dengan BNI pascakonversi. “Harus ditanya kesiapan BTN mendukung rencana tersebut,” katanya. Ketika ditanya kapan manajemen bank melakukan pengajuan, Sunarsip menjawab sudah agak lama. “Saya tak ingat kapan persisnya, tapi sudah agak lama,” ungkapnya. Manajemen BNI ketika itu, kata Sunarsip,mengajukan usul mengakuisisi BTN. Bahkan, jika BTN dikonversi menjadi bank syariah BNI berniat menjadikan anak perusahaannya. “Seperti Bank Mandiri yang juga punya Bank Syariah Mandiri,” kata Sunarsip. Beberap waktu lalu, Wakil PresidenJusuf Kalla menegaskan bahwa BTN tidak akan dimerger dengan bank mana pun karena tetap dibutuhkan sebagai bank fokus. Direktur Utama Bank BTN, Kodradi, pada beberapa kesempatan sering menyatakan bahwa konversi BTN menjadi bank syariah bisa dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal BTN membuka dulu unit usaha syariah sebagai mekanisme pembelajaran.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130