Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Syariah Proyeksi Serap Subsidi 200 KPR

03/04/2006
 
New Page 1 Masih banyak kendala untuk menyalurkan subsidi KPR syariah. JAKARTA - Bank BTN Syariah memproyeksikan menyerap subsidi KPR yang disediakan pemerintah untuk pengadaan 200 unit rumah sehat sederhana (RSS). "Kita maunya dapat menyerap subsidi pemerintah bagi 200 unit rumah," ungkap Kepala Unit Syariah Bank BTN, Willy Aryati, kepada Republika, Rabu (29/3). Tahun ini pemerintah menyediakan subsidi KPR Rp 252 miliar melalui Kementerian Negara Perumahan Rakyat. Subsidi diberikan untuk KPR berpola konvensional dan syariah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Besaran subsidi yang diberikan bervariasi, Rp 5 juta hingga Rp 9 juta. Penentuannya didasarkan pada besaran penghasilan masyarakat hingga Rp 2 juta. Menurut Willy, tidak ada spesifikasi jenis subsidi yang akan diserap. BTN Syariah hanya menargetkan menyerap subsidi KPR syariah dengan besaran variatif. Menurutnya, jenis subsidi yang diserap bergantung pada kondisi objektif besaran penghasilan masyarakat yang mengajukan. Tahun lalu pemerintah juga telah mengalokasikan sejumlah dana subsidi KPR konvensional dan syariah. Namun, realisasi penyerapan dinilai belum optimal. Menurut Willy, itu terjadi karena program subsidi baru dilaksanakan mulai November tahun lalu. BTN Syariah hanya mampu menyerap subsidi untuk 20 unit RSS. "Tahun lalu kenapa hanya sedikit yang terealisasi karena waktunya sedikit, yakni sejak November," katanya. Kendala lainnya, menurut dia, kelengkapan administrasi masyarakat pemohon KPR syariah bersubsidi. Sebetulnya banyak yang mengajukan permohonan. Tapi, ketika BTN Syariah melakukan verifikasi, banyak yang tidak lulus. "Contohnya, ketika tim kami melakuan pengecekan, ternyata mereka sudah mempunyai rumah. Hal ini juga terjadi saat ini. Kami dapat 50 lebih permohonan, tapi setelah diverifikasi tinggal setengahnya," katanya. Meskipun demikian, Willy optimistis dapat mencapai target penyerapan subsidi tahun ini. Untuk merealisasikan target penyerapan subsidi tahun ini, BTN Syariah akan mengoptimalkan kinerja ketujuh kantor cabangnya. Mereka akan didorong melakukan sejumlah upaya agar target tercapai. Direktur Eksekutif Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES), Mohammad Nadratuzzaman Hosen, menyatakan program KPR syariah bersubsidi belum tersosialisasi dengan baik. Ini ditunjukkan dengan sedikitnya masyarakat berpenghasilan rendah yang mengajukan permohonan. Padahal, menurut dia, program tersebut lebih menguntungkan dibandingkan program KPR konvensional bersubsidi. Di tengah situasi ekonomi yang terus-menerus dipengaruhi inflasi, KPR syariah dapat menjadi solusi alternatif. Meskipun suku bunga mengalami inflasi, cicilan KPR syariah tidak berubah karena memang menerapkan tarif flat. Hal ini berbeda dengan KPR konvensional yang menggunakan sistem bunga yang menyebabkan cicilannya terus berubah. Agar program KPR syariah bersubsidi dapat tersosialiasi secara optimal, PKES akan mendistribusikan 100 ribu buku pengantar perbankan syariah kepada masyarakat umum pada 1 Mei. Di dalamnya terdapat keterangan mengenai KPR syariah bersubsidi dan cara pengajuannya. "Kami sudah menyelesaikan materi buku saku tersebut, tinggal dicetak. Kami menargetkan 1 Mei ratusan ribu buku saku telah terdistribusi ke masyarakat," jelasnya.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130