Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Syariah Siapkan 3.000 Unit Rumah

04/04/2005
 
BANDUNG – Bank Tabungan Negara (BTN) menyiapkan 3.000 unit rumah yang pembiayaannya akan menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR) syariah. Jangka waktu pemberian kredit tidak akan jauh berbeda dengan jangka waktu kredit dalam KPR konvensional. “BTN Syariah kan hanya unit usaha, induknya tetap BTN induk. Kita masih bisa, perhitungan treasury-nya masih satu,” ungkap Direktur BTN, Fatchudin, kepada Republika usai talk show Perbankan Syariah: Rumah Barokah dengan KPR BTN Syariah di Hotel Savoy Homann, Bandung, akhir pekan lalu.             Menurut Fatchudin, BTN mendapatkan jatah subsidi untuk 75 ribu rumah dari pemerintah. Tiga ribu diantaranya dialokasikan untuk KPR BTN Syariah.             Fatchudin menyatakan, jumlah 3000 itu belum pasti. Menurut dia, jika masyarakat antusian memilih KPR Syariah, pihaknnya akan menggeser alokasi penyediaan lewat KPR konvesional ke KPR Syariah. “Tentu kita akan perbesar. Makanya, kita akan melihat pasar dulu,” ujarnya.             Menurut Fatchudin, salah satu keuntungan menggunakan KPR Syariah adalah akad jual beli yang telah dilakukan dengan nasabah tidak akan terpengaruh fluktuasi bunga. Besaran angsuran diberikan sangat tergantung pada akad jual beli (mudharabah). Hal ini berbeda dengan KPR konvensional yang menggunakan system bunga.             Fatchudin membenarkan ada kemungkinan pembiayaan melalui KPR Syariah akan lebih mahal ketimbang pembiayaan melalui KPR konvensional. “Mungkin bisa saja pada waktu penghitungan tahun pertama harganya lebih sedikit, angsurannya lebih tinggi sedikit dengan KPR konvensional,” ungkapnya.             Namun, kata dia, pandangan seperti ini hanya akan berlaku pada tahun-tahun pertama. Tapi, Fatchudin menjamin KPR Syariah tetap akan lebih menguntungkan karena bersifat tetap. Selain itu, kondisi ekonomi Indonesia belium stabil sehingga potensi fluktuasi masih sangat tinggi.             Mengenai masa pembayaran cicilan, Fatchudin mengatakan KPR BTN Syariah memiliki jangka waktu cicilan yang lebih lama ketimbang KPR Syariah di Bank Syariah lain yang hanya mencapai lima tahun. Masa yang diberikan BTN delapan tahun.             Fatchudin menjelaskan, pihaknya juga telah mempersiapkan mekanisme konversi dari KPR konvensional kepada Syariah. “Bukan hanya dari KPR BTN, bisa saja jika masyarakat ingin hijrah ke KPR Syariah dari bank-bank lain, kita akan mempersiapkannya,” katanya.             Menurut dia, mekasnisme konversi itu bisa dengan cara jual berli putus atau konvensi dari KPR lama ke Syariah, baik dari KPT BT maupaun bank lain. Mengenai pelayanan KPR Syariah, Fatchudin menjelaskan bahwa proses pelaksanaanya masih terbatas di lima kota, yaitu Jakarta,Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Makasar.             Tapi, kata dia, untuk memperluas jangkauan layanan dalam waktu dekat pihaknya akan membuka unit usaha Syariah di Malang dan Solo.” Kami menargetkan pada 2007 BTN Syariah sudah memiliki 20 outlet di 20 kota,” ujar dia.                          
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130