Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Tak Paksakan IPO Tahun 2008

21/08/2008
 
New Page 1 JAKARTA. KOMPAS - PT Bank Tabungan Negara tak akan memaksakan dua aksi korporasi, yakni pelepasan saham perdana ke publik atau initial public offering/IPO dan penerbitan obligasi, terlaksana tahun ini. Alasannya, kebutuhan dana untuk membiayai kredit sesuai target tidak lagi menjadi masalah. Pengumpulan dana melalui dana pihak ketiga (DPK) ternyata dapat menutup semua dana yang dibutuhkan. "Pelaksanaan IPO dan penerbitan obligasi tergantung kondisi pasar. Jika kondisi pasar tak memungkinkan, kami akan menunda pelaksanaan keduanya tahun depan," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro seusai penyerahan sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001 2000 untuk internal audit services BTN oleh lembaga rating internasional PT SGS United Kingdom, Rabu (20/8) di Jakarta. Saat ini, pasar modal dan keuangan dalam kondisi tak menentu, imbal hasil obligasi amat mahal, sedangkan indeks saham terus melorot. Berdasarkan rencana kerja anggaran perusahaan 2008 yang disusun awal tahun, BTN merencanakan tiga aksi korporasi, yakni IPO, penerbitan obligasi, dan sekuritisasi aset. Salah satu tujuan dari ketiga aksi korporasi itu adalah mengumpulkan dana untuk penyaluran kredit yang ditargetkan sebesar Rp 10,4 triliun selama tahun 2008. Saham yang akan dilepas dalam IPO direncanakan 30 persen dari total saham. Adapun penerbitan obligasi dan sekuritisasi aset diharapkan bisa meraih dana masing-masing Rp 1 triliun dan Rp 500 miliar. Selama paruh pertama 2008, kinerja pengumpulan dana melalui DPK jauh melampaui perkiraan semula. Sampai akhir semester 1-2008, posisi DPK Rp 26,3 triliun atau sudah melampaui target 2008 senilai Rp 25,8 triliun. Menurut Iqbal, perolehan dana dari DPK itu sudah bisa menutup kebutuhan dana untuk 2008. Bahkan, dana yang terkumpul diperkirakan masih bisa membiayai volume kredit di atas target. "Target kredit 10,4 diperkirakan terlampaui pada September 2008," katanya. Hingga Juni 2008, penyaluran kredit sudah mencapai 64,83 persen dari target. Untuk sekuritisasi aset, Iqbal memastikan bisa terlaksana tahun ini. Uji tuntas terhadap aset KPR yang akan disekuritisasi sudah dilakukan. "Kini kami tinggal menunggu hasil pemeringkatan dari aset tersebut. Kalau ratingnya AAA, baru kami jual," kata Iqbal. (FAJ)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130