Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Targetkan Biaya 200 Ribu Rumah

Sumber: Waspada, 04 Februari 2011
08/02/2011
PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, mentargetkan penyaluran kredit perumahan sebanyak 200 ribu unit rumah tahun ini. Dari jumlah itu, sebesar 120 ribu unit di fasilitasi likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dengan tingkat bunga 8,1 persen - 8,5 persen.
 
PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, mentargetkan penyaluran kredit perumahan sebanyak 200 ribu unit rumah tahun ini. Dari jumlah itu, sebesar 120 ribu unit di fasilitasi likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dengan tingkat bunga 8,1 persen - 8,5 persen.

"Kami mengalokasikan kredit murah sebesar Rp 5,9 triliun untuk tahun 2011. Dan kami yakin dapat melampaui target itu," ujar Dirut BTN Iqbal Latanro dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR di Jakarta, kemarin.

Dia mengakui, perbankan sangat terbantu dengan adanya program FLPP yang disediakan pemerintah. Karena, selain dapat memberikan tingkat suku bunga yang lebih murah kepada konsumen KPR, juga memberikan alternatif pendanaan untuk kredit bersifat jangka panjang.

"Dalam skema FLPP pemerintah mengalokasikan 60 persen pagu kredit dengan tingkat bunga rendah berjangka 15 tahun. Itu sangat membantu bank dalam memberikan kredit murah berjangka panjang kepada calon pembeli," ujar Iqbal.

Untuk mendapatkan fasilitas itu, sambungnya, memang beberapa persyaratan harus dipenuhi Seperti memiliki Nomor Pokok Wajab Pajak (NPWP), berpenghasilan minimal Rp 2,5 juta dan merupakan pembelian rumah yang pertama.

Mengenai rendahnya pemanfaatan fasilitas FLPP tahun lalu, Iqbal mengatakan karena perubahan skema kredit ini agak terlambat diluncurkan baru di bulan Oktober di samping itu dibutuhkan penyesuaian dari kalangan pengembang.

"Tapi sosialisasi terus kita lakukan ke pengernbang dan masyarakat. Sehingga kini pemanfaatan FLPP semakin baik Dalam tiga bulan terakhir, kita sudah memberikan pembiayaan kredit bersubsidi dengan skema FLPP sekitar 24 ribu unit rumah," jelas Iqbal.

Selain menyediakan KPR subsidi, BTN juga menggarap pasar perumahan non subsidi, dengan komposisi kredit 70 persen bersubsidi dan 30 persen nonsubsidi. "Secara nilai, kedua kredit ini terus mengalami kenaikan," papar Iqbal.

Tahun ini BTN berharap bisa memberikan pembiayaan nonsubsidi kepada calon pembeli sekitar 80 ribu unit rumah. "Kita optimis bisa mencapai target itu. Meski persaingan menjual KPR non subsidi antar bank cukup ketat," tandasnya.

Namun, dengan tawaran tingkat bunga yang cukup kompetitif, Iqbal yakin bisa mencapai target itu. "Dalam menawar ton bunga, kita cukup kompetitif. Tahun lalu saja kita bisa menurunkan suku bunga kredit sampai tujuh kali," katanya.

Dalam mengejar dana pihak ketiga (DPK) untuk membiayai kredit, BTN berharap bisa menerbitkan obligasi dan instrumen lainnya sebesar Rp 3,5 triliun tahun ini. "Dari obligasi mungkin sekitar Rp 2 triliun. Kita juga berharap bisa melakukan sekuritisasi KPR sebesar Rp 1 triliun tahun ini," tutur Iqbal.

Sepanjang sembilan bulan pertama (per September) 2010, BTN berhasil membukukan DPK sebesar Rp 43 triliun, naik 27,6 persen dibanding periode sama tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp 33,7 triliun.

Total kredit yang mampu disalurkan di sembilan bulan pertama 2010 tercatat Rp 49,2 triliun, naik 29 persen dibanding periode sama tahun 2009 yang sebesar Rp 38,1 triliun. Sementara laba bersih triwulan III-2010 sebesar Rp 597miliar, naik 84,3 persen dibanding periode sama tahun 2009 yang tercatat Rp324 miliar.

Mengenai ekspansi kredit 2011, Iqbal berharap kredit BTN bisa tumbuh 29 persen - 30 persen atau sebesar Rp 25 triliun.

Demi mengejar target itu, lanjutnya, BTN akan mengembangkan beberapa strategi dengan bekerjasama dengan pengembang perumahan. (j03)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130