Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Targetkan Kredit Baru Rp 26 T

Sumber: Suara Pembaruan, 08 Juni 2011
20/06/2011
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menerbitkan obligasi XV dengan nilai maksimal Rp 2 triliun, dan tenor 10 tahun. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk mendongkrak ekspansi kredit baru sebesar Rp 26 triliun, terutama di sektor perumahan pada 2011.
 
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menerbitkan obligasi XV dengan nilai maksimal Rp 2 Triliun, dan tenor 10 tahun. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk mendongkrak ekspansi kredit baru sebesar Rp 26 Triliun, terutama di sektor perumahan pada 2011.

"Joint lead underwriter untuk penerbitan ini adalah PT Bahana Securities, PT CIMB Securities Indonesia, dan PT Danareksa Sekuritas., Obligasi ini mendapat rating idAA dengan stable outlook dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Kami harapkan sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 30 Juni 2011," papar Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah pada due diligence and public expose BTN di Jakarta, Selasa (7/6).

BTN menawarkan kupon bunga obligasi XV tersebut di kisaran 8,625% dan 9,175%. Menurut Evi, kendati kisarannya lebih fcecil dari pasaran, BTN berpatokan pada Surat Utang Negara (SUN) jenis FR 53 dengan bunga 7,5%. Dengan tambahan FR 53 dan insentif sekitar 150 basis poin, perseroan sudah bisa mendapatkan pendanaan berkupon bunga cukup murah. Sampai saat ini, obligasi XII, XIII, dan XIV masih beredar dengan nilai total Rp 4,15 triliun.

Dia menjelaskan, permintaan kredit BTN cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir mencapai sekitar 27%.

Sedangkan, pertumbuhan permintaan rumah mencapai 800 ribu unit per tahun. Sebab itu, kebutuhan pendanaan BTN cukup besar.

Evi mengatakan, dana hasil penerbitan obligasi tersebut 100% digunakan untuk pembiayaan perumahan. Dari total target kredit baru tahun ini sebesar Rp 26 Triliun, perseroan menargetkan menyalurkan dana senilai Rp 6 Triliun untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Pemerintah mendukung pendanaan sebesar 60% untuk FLPP tersebut, dan sisanya dari BTN senilai Rp 2,4 Triliun. "Target pemerintah, kan 150 ribu unit rumah. Pada tahun-tahun sebelumnya, BTN mengambil porsi sekitar 90 - 95%. Kalau target kami 95 - 97% tahun ini, berarti kita haras membiayai sekitar 120 ribu unit," jelas Evi.

KIK EBA

BTN memfokuskan pembiayaan pada rumah kelas Rp 20 juta. Meski demikian, perseroan dapat membiayai kelas medium dan platinum dengan kisaran Rp 250-350 juta.

Untuk mendukung pendanaan selain melalui obligasi, BTN berencana menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) pada semester n2011 sebesar Rp 1 triliun. Sisanya akan diperoleh dari pendanaan yang berasal dari dana pihak ketiga (DPK), dan angsuran/pelunasan sekitar Rp8 triliun.

"Itu cukup untuk membiayai target kredit sebesar 30% tahun ini. Angsuran atau pelunasan bisa mencapai Rp 89 triliun pada akhir tahun, karena setiap bulannya kami menerima pelunasan hampir Rp 1 triliun," tutur Evi.

Sampai saat ini, BTN belum berencana merevisi rencana bisnis bank (RBB). Sebab, suplai rumah dari developer baru mengalir pada April dan Mei 2011. Evi mengatakan, developer meminta agar rumah senilai Rp 80 juta tidak terkena pajak pertambahan nilai (PPN). Namun, peraturan tersebut hanya berlaku untuk rumah dengan nilai Rp 70 juta.

Perseroan juga tengah mengkaji untuk terlibat dalam kredit sindikasi untuk pembangunan infrastruktur, yakni jalan tol yang berhubungan dengan perumahan. Proyek-proyek tersebut hanya terdapat di Jawa, karena permintaan kredit jalan tol tidak begitu tinggi di luar Jawa. Menurut Evi, BTN masih sanggup membiayai perumahan dan non-perumahan. Pasalnya, kredit baru yang tersisa setelah dipotong FLPP mencapai Rp 19 triliun.

Direktur Keuangan dan Treasury BTN Saut Pardede mengatakan, penyaluran kredit baru sebesar Rp 26 triliun dan pertumbuhan kredit outstanding sebesar 30% tahun ini, tidak akan menggerus rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) terlalu banyak. [ID/M-6]
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130