Eng Ind
Home > BTN Info > Info > Berita BTN > BTN Targetkan Rp 2 T, Krakatau Steel Cari Waktu yang Tepat

BTN Targetkan Rp 2 T, Krakatau Steel Cari Waktu yang Tepat

22/09/2008
New Page 1 JAKARTA - Bank Tabungan Negara berharap mendapatkan dana Rp 2 triliun dari 30 persen pelepasan saham ke publik (IPO). Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat modal supaya dapat meningkatkan kapasitas penyaluran kredit. Sedangkan jajaran direksi PT Krakatau Steel (KS) menyatakan menyerahkan sepenuhnya waktu yang tepat untuk melepaskan saham perdana di lantai bursa kepada pemerintah, meski manajemen memprediksi IPO bisa dilaksanakan bulan Nopember 2008 nanti. Pemerintah dan DPR Kamis (18/9) menyepakati persetujuan langkah IPO perusahaan tiga perusahaan plat merah yaitu Garuda, BTN dan KS untuk bisa melantai di bursa. KS dan BTN diberikan izin maksimal melepas 30 persen sahamnya, sedangkan Garuda diizinkan melepas sahamnya maksimal 40 persen. "Kami berharap dari hasil IPO nantinya akan mendapatkan dana Rp 2 triliun yang akan dipergunakan untuk memperkuat modal sehingga kapasitas menyalurkan kredit juga semakin meningkat," ujar Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro di Jakarta, kemarin. Menurut Iqbal dengan adanya tambahan dari hasil IPO diharapkan struktur modal menguat menjadi Rp 4,7 triliun sehingga kredit diproyeksikan tahun 2009 mencapai Rp 32,8 triliun dengan asumsi IPO dilaksanakan tahun 2008. Alokasi kredit sebesar itu akan dipergunakan membiayai 260.350 unit Rumah Sederhana Sehat (RSH) tahun 2009 senilai Rp 15,6 triliun, sedangkan untuk Rusunami maka dapat dibiayai 250 ribu unit. Menurut Iqbal dengan adanya IPO maka rasio kredit dibanding tabungan (Loan to Deposit Ratio, LDR) diproyeksikan 105,05 persen di tahun 2008 menjadi 144,93 persen pada 2012. Iqbal mengibaratkan, persetujuan IPO Komisi XI DPR-RI sebagai pasport ke luar negeri agar nantinya tinggal membeli tiket pesawat untuk menuju ke tempat yang diinginkan. Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel, Irvan Kamal Hakim menyatakan kesiapannya untuk menggelar IPO."Kalau soal waktu, terserah pemegang saham yang mau menjual sahamnya. Saya tidak mau komentar, nanti akan terjadi polemik," ujarnya di tempat terpisah. "Manajemen hanya akan mengeksekusi saja," tambahnya. Sebelumnya KS menargetkan pelepasan saham perdana segera melantai di bursa pada akhir November 2008. Dengan mempertimbangan kondisi pasar yang tidak bersahabat, pemerintah sebagai pemegang saham masih belum menentukan waktu yang tepat untuk IPO KS. Menurut Irvan sekarang ini, semua bola keputusan ada di tangan pemegang saham, termasuk masalah penunjukan penjamin emisi (underwriter) dan persoalan teknis lain. zak/am