Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Targetkan Salurkan KPR Rp 6,4 Triliun

30/11/2005
 
JAKARTA - Meski dihantui tingginya tingkat suku bunga kredit, PT Bank Tabungan Negara (BTN) optimistis penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) terus berlangsung. Menurut Direktur Utama BTN Kodradi, selalu ada kalangan masyarakat yang masih membutuhkan rumah kendati beberapa bulan terakhir harga rumah di semua level mengelami kenaikan. Khusus untuk KPR Rumah Sederhana Sehat (RSH) BTN, kata Kodradi hingga 20 November 2005 sudah terserap 63.770 unit dari target 2005 yang mencapai 75.000 unit. Realisasi dana yang dikucurkan mencapai Rp 1,74 triliun dari total Rp 1,77 triliun. Pihaknya optimistis, pada akhir tahun pengucuran KPR RSH dapat mencapai target. "Insya Allah hingga akhir tahun target 75 ribut unit tercapai. 'Kan tinggal satu setengah bulan lagi," tuturnya, di sela-sela Rapat Kerja Nasional Rakernas REI di Jakarta, Senin (28/11). Dalam tahun 2005 ini, total pembiayaan perumahan yang dikucurkan BTN mencapai Rp 6,4 triliun. Alokasi RSH sendiri sebesar Rp 1,77 triliun. Sisanya, digunakan untuk rumah kelas menengah dan atas. Memasuki tahun 2006, Kodradi mengatakan target pembiayaan perumahan diprediksi mencapai Rp 6,4 triliun. Untuk sektor RSH, BTN mengalokasikan sekitar Rp 3 triliun. Karena, pada 2006 BTN menargetkan RSH yang siap dibangun mencapai 100 ribu unit. Seperti diketahui, dalam pendirian rumah sederhana sehat, pemerintah mencanangkan Gerakan Nasional Pembangunan Sejuta Rumah (GNPSR), selama periode 2003-2008. Program itu dicanangkan melalui MoU antara pemerintah dan beberapa bank. Meski sudah dicanangkan sejak lama, namun menurut Wakil Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestate Indonesia (REI) Teguh Kinarto, hanya beberapa bank saja yang konsisten melaksanakan MoU. "Bank yang paling konsisten adalah BTN. Tahun ini saja, hingga 31 Oktober 2005, BTN sudah memberikan pembiayaan pada 62.634 unit, dengan realisasi Rp 1,7 triliun. Sedang dari 30 bank lain, belum ada 10 persen yang merealisasikan MoU tersebut," ujar Teguh, yang juga Direktur Utama PT Podo Joyo Masyhur & Group ini. Bila tidak ada tindak lanjut dari bank-bank lain, Teguh pesimistis target pembangunan satu juta rumah dalam lima tahun dapat tercapai. Sementara, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) M Yusuf Asy'ari mengatakan pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga jual Rumah Sederhana Sehat (RSH) yang saat ini berkisar Rp 42 juta per unit, meski harga bahan bangunan melambung pasca kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) per 1 Oktober lalu. "Belum ada rencana kenaikan, kita lihat dulu apakah dengan langkah-langkah efisiensi pengembang masih mendapatkan keuntungan," kata Yusuf kepada wartawan usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia di Jakarta, Senin (28/11). Menurut Menpera, banyak hal yang sebenarnya masih dapat diefisienkan antara lain soal biaya perizinan yang dianggap mahal, kemudian juga biaya sertifikasi tanah, serta di sektor industri perumahan itu sendiri.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130