Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Targetkan Tahun 2007 Bisa Raih DPK Rp 23 Triliun Berupaya Perbesar Kemampuan Penyaluran Kredit

08/02/2007
 
Tahun ini BTN berupaya memperbesar kemampuannya dalam penyaluran kredit. Untuk mendukung upaya tersebut, BTN menargetkan pada 2007 bisa menjaring dana masyarakat hingga Rp 23 triliun. Tangerang, Bisnis Harian Tahun ini, PT Bank Tabungan Negara (BTN) menargetkan Rp 23 triliun Dana Pihak Ketiga (DPK), seperti deposito, tabungan dan produk lain. DPK BTN sampai akhir 2006 mencapai Rp 21,595 triliun. "Rencana kenaikan ini dalam rangka meningkatkan kapasitas kredit dari Rp 18,086 triliun di akhir 2006 di antaranya kredit baru Rp 6,28 triliun," papar Direktur Utama Bank BTN, Kodradi, di Tangerang, baru-baru ini. Caranya, dengan program berhadiah beserta peningkatan layanan melalui fasilitas kelengkapan fitur SMS Banking maupun ATM. Sehingga, ia tak terlalu risau akan kemungkinan penurunan daya beli yang membuat masyarakat enggan menempatkan dananya di perbankan. Melihat trend setelah krisis, dana masyarakat di perbankan justru meningkat. "Selain itu, guna menjaring dana pihak ketiga, BTN terus membuka cabang melalui sinergi dengan 594 Kantor Pos di seluruh Indonesia dengan layanan perbankan online seperti lazimnya di cabang," kata Kodradi sembari menyebut layanan perbankan BTN meliputi 802 cabang, terdiri 49 cabang utama termasuk sembilan cabang syariah, 159 cabang pembantu, sisanya kantor kas dan kerja sama dengan PT Pos Indonesia. "Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan sebelum krisis ekonomi 1998 yang masih 175 cabang. Kami yakin target Rp 23 triliun dana pihak ketiga tahun 2007 bisa terwujud," ujar dia. Peningkatan DPK dapat memperbesar kemampuan BTN menyalurkan kredit, terutama perumahan yang merupakan kredit berjangka panjang lima hingga 15 tahun, bahkan ada 20 tahun. Dalam meningkatkan pelayanan, Kodradi telah memberikan keleluasaan kepada setiap cabang untuk memutuskan kredit sampai Rp 5 miliar sesuai kebijakan desentralisasi yang dikembangkan Bank Indonesia. "Termasuk Kredit Guna Usaha dan Kredit Yasa Griya yang merupakan kredit konstruksi. Kami tidak semata-mata memberikan keleluasaan kepada KPR tetapi juga kredit konstruksi kepada pengembang." Tahun ini BTN mengalokasikan kredit Rp 7,84 triliun dengan target pertumbuhan kredit baru 36,11%. 2006, telah disalurkan Rp 6,28 triliun atau tumbuh 17,72%. Total kredit diharapkan naik pada 2007 menjadi Rp 22,06 triliun dibandingkan 2006 Rp 18,086 triliun. Dari pertumbuhan kredit baru 2007 yang dialokasikan Rp 7,84 triliun di samping membiayai program pembangunan Rumah Sederhana Sehat (RSh) juga untuk membiayai Rumah Susun Sederhana (Rusuna) sekitar Rp 1 triliun. 06B/imq  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130