Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Targetkan Tahun Ini Salurkan 75 Ribu KPR-SH

28/03/2005
 
Jakarta (Suara Karya): Kredit Pemilikan Rumah Sederhana Sehat (KPR-SH) sudah mulai diminati. Ini dilihat dari penyaluran KPR pada Januari 2004 lalu yang hanya mencapai 1.000 unit, namun pada Januari 2005 telah mencapai lebih dari 2.000 unit (angka sementara). Dengan demikian, pengembang RSH yang membangun pada akhir 2004 telah berhasil mempercepat realisasi pembangunannya. Demikian dikatakan, Direktur Utama Bank BTN, Kodradi, kepada wartawan, di Jakarta, saat menjelaskan acara sepeda santai (funbike) Bank BTN yang diselenggarakan di Semarang, Sabtu (12/3). “Berarti pengembang RSH yang membangun pada akhir tahun 2004 telah berhasil mempercepat realisasi pembangunannya yang pada tahun-tahun sebelumnya tidak pernah seperti itu,” katanya. Menurutnya, realisasi KPR-SH pada Januari sangat mengejutkan karena sangat tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya yang biasanya realisasinya hanya sedikit. BTN sendiri, katanya, menargetkan bahwa pada tahun 2005 akan menyalurkan KPR-SH sebanyak 75 ribu unit.  “Namun dari jumlah itu belum dihitung berapa yang akan menerima subsidi, mengingat dalam menyalurkan subsidi itu harus berhati-hati agar tidak salah sasaran,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, KPR-SH telah disalurkan tidak seluruhnya disubsidi. Sebab, yang mengajukan kredit tidak seluruhnya memiliki syarat sebagai penerima subsidi yaitu penghasilannya kurang dari Rp 1,5 juta. “Program pemerintah tahun 2004 menargetkan dari jumlah 200.000 RSH yang dibangun hanya 100.000 yang menerima subsidi. Kita dalam menyalurkan KPR bersubsidi dilakukan melalui prosedur yang ketat termasuk melalui wawancara sehingga nantinya ketahuan penghasilan dari si pengaju kredit,” kata Kodradi. Sementara itu, lanjutnya, bagi rumah non-RSH untuk masyarakat yang berpenghasilan lebih dari Rp 1,5 juta transaksinya sebaiknya diserahkan pada mekanisme pasar. Bank BTN sendiri, ujar dia, memandang pasar di sektor perumahan termasuk RSH masih sangat luas. Setidaknya dalam jangka waktu 20 tahun ke depan belum seluruh kebutuhan rumah dapat terpenuhi, terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Kodradi juga memastikan, target 75.000 unit RSH itu masih dapat ditingkatkan apabila nantinya pemerintah jadi memberlakukan pola pendanaan jangka panjang perumahan (secondary mortgage facility) atau SMF. “Namun tampaknya sulit jika SMF diberlakukan saat ini karena institusinya belum terbentuk meskipun Keppresnya sudah ditandatangani,” katanya. Sementara itu, helaran sepeda santai (fun bike) BTN yang diselenggarakan untuk ke-8 kalinya itu melibatkan 1.600 peserta di Jawa Tengah yang meliputi peserta umum, wakil seluruh cabang BTN di Indonesia berjumlah 44 cabang.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130