Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Tawarkan Asuransi Rumah

09/01/2007
 
New Page 1 BOGOR-Tak ada yang menginginkan rumah tempat bernaung atau kantor tempat mencari nafkah terbakar. Sudah pasti jika musibah itu terjadi, beban yang harus ditanggung, terutama untuk membangun rumah .kembali, terbilang cukup berat. Apalagi jika mengingat kredit rumah belum lunas dibayar. Nah, untuk mengatasi kegundahan itu, maka pemerintah telah mengeluarkan imbauan pada seluruh pelayanan kredit rumah wajib untuk menyertakan asuransi kebakaran. Hal itu pula yang saat ini Bank Tabungan Negara (BTN) lakukan. Menurut Deputi Branch Manager Bank BTN Bogor, Iriana Unteani, asuransi kebakaran merupakan kewajiban para kreditur untuk mengikuti program tersebut sejak 1997. Tak hanya itu, BTN juga menyertakan asuransi jiwa. "Ini merupakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari debitur untuk melindungi konsumennya," jelasnya. Langkah itu, kata Iriana, belajar dari pengalaman sering terjadinya kasus kebakaran pada rumah yang pembiayaannya melalui bank. "Dulu, sebelum ada kasus kebakaran yang rugi tak hanya pemilik rumah, tapi juga pemberi kredit yakni bank," ujarnya. Makanya dengan adanya asuransi kebakaran, kerugian ini tak akan terjadi lagi. Dia mengatakan, dalam pembayaran premi, kreditur tak perlu mengeluarkan banyak uang. Tapi manfaatnya besar. "Preminya single premium, atau sekali membayar," katanya. Pembayarannya saat akad kredit, setelah itu dapat mengcover selama waktu kredit dengan jangka waktu kredit umumnya 10-15 tahun. Keuntungan dari KPR BTN untuk asuransi kebakaran, sambung Iriana, para kreditur yang sudah lunas sebelum masanya, dapat mengajukan retur atau pengembalian premi. Contohnya, kredit si A yang berusia 35 tahun Rp 38 jutaan, preminya hanya Rp 157 ribuan dan asuransi jiwa yang harus dibayar Rp 502. "Premi ini terbilang murah mengingat yang tercover selama 10 tahun," katanya. Sementara banyak keuntungan dengan adanya asuransi jiwa. Jika debitur meninggal dunia sebelum melunasi kredit rumahnya, sanak keluarga pun tak ikut terbebani karena sudah terlindungi asuransi. "Kasus seperti ini pernah terjadi, baru satu tahun kredit rumah, ternyata debitur meninggal dunia. Padahal kredit rumah yang masih harus dibayarnya Rp 30 jutaan," beber Iriana. (rtn)  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130