Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Tingkatkan Alokasi KPR

30/11/2005
 
JAKARTA (Media): PT Bank Tabungan Negara (Persero) akan meningkatkan alokasi kredit pemilikan rumah (KPR) sederhana bersubsidi. "Kami akan kucurkan dana KPR untuk 100 ribu unit rumah bersubsidi pada 2006. Jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun ini sebanyak 75 ribu unit," kata Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Kodradi, usai menghadiri Musyawarah Kerja Nasional Real Estate Indonesia (REI) di Jakarta, kemarin. Meski suku bunga perbankan mengalami kenaikan, Kodradi optimistis peningkatan pendanaan KPR untuk rumah bersubsidi akan tercapai. Alasannya, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah. "Apalagi, suku bunga BTN masih di bawah bank lain. Karena itu, saya tidak khawatir dengan penyerapan dana untuk KPR," ujarnya. Secara keseluruhan, tahun depan BTN juga meningkatkan anggaran untuk seluruh jenis kredit yang akan dibiayainya. BTN mengalokasikan dana Rp6,4 triliun atau meningkat hingga 50% dari realisasi kredithingga saat ini, sebesar Rp4,8 triliun. Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Menteri Perumahan Rakyat M Yusuf Asy'ari mengungkapkan, pemerintah akan meninjau ulang harga jual rumah sehat sederhana (RSh) bersubsidi pada 2006. Hal itu disebabkan meningkatnya harga bahan bangunan yang menyebabkan biaya produksi rumah membengkak. "Kemungkinan revisi harga sangat terbuka. Kami akan bicarakan detailnya dengan pengembang." Dalam penyesuaian harga jual RSh bersubsidi, pemerintah tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat. "Sebab percuma saja harganya dinaikkan, tetapi tidak ada konsumen yang membeli," ujarnya. Secara pribadi, Yusuf berharap tidak perlu terjadi penyesuaian harga RSh bersubsidi. Sebagai alternatif, bisa dilakukap efisiensi pada industri perumahan bersubsidi dengan menghilangkan biaya-biaya yang tidak perlu. Menanggapi usulan alternatif tersebut, Ketua Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Indonesia (Apersi) Fuad Zakaria mengatakan, pengembang berharap ada insentif pajak untuk pembangunan RSh bersubsidi.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130