Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Tunggu Kebijakan BI Beri Keringanan Debitur KPR

08/02/2007
 
JAKARTA-Barik BTN menunggu kebijakan Bank Indonesia untuk memberikan keringan bagi para debitur yang rumahnya terkena banjir. Banjir besar yang melanda wilayah Bekasi, Jakarta, Tangerang, dan Bogor dalam beberapa hari terakhir ini menerjang sejumlah perumahan yang pemiliknya merupakan debitur kredit pemilikan rumah (KPR) BTN. Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Kodradi mengatakan salah satu keringanan yang dapat diberikan antara lain perpanjangan pembayaran cicilan. "Namun / BTN sendiri masih menunggu bagaimana kebijakan BI," katanya saat mengunjungi korban banjir di Perumahan Graha Prima Tambun Kabupaten Bekasi Jawa Barat, kemarin. Kodradi mengatakan pihaknya siap memberi kemudahan dengan memperpanjang pembaran cicilan bagi KPR. "Namun kebijakan tersebut harus terlebih dahulu mendapat lampu hijau dari Bank Indonesia," paparnya. Di sisi lain, Kodradi menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan cabang-cabang yang daerahnya mengalami banjir seperti Bekasi, Jakarta, Tangerang serta daerah lainnya untuk menginventarisasi rumah-rumah yang dibiayai BTN agar dapat diberikan bantuan. Seperti di Graha Prima, Bank BTN menyerahkan bantuan berupa makanan siap saji, dokter dan tim kesehatan berikut obat-obatan, termasuk sejumlah perahu karet sampai banjir benar-benar surut. "Saya harapkan semua BUMN dapat mengambil langkah sama untuk menolong korban banjir sampai di pelosok-pelosok," kata Kodradi saat menyerahkan sejumlah bantuan bagi para korban. Bagi Bank BTN sendiri, kata Kodradi, kunjungan ini merupakan bentuk dari misi kelima yang menyatakan agar BTN peduli terhadap masyarakat dan lingkungan termasuk korban banjir. Seperti Perumahan Graha Prima merupakan lokasi banjir paling parah dengan kedalaman satu meter atau sepinggang orang dewasa sehingga praktis sejumlah warganya harus dievakuasi. Menurut keterangan Ketua RT 04/06 Perumahan Graha Prima Pri Herman (46), banjir yang dialami di perumahan yang sebagian ditinggali pensiunan TNI tersebut terjadi sejak hari Rabu (31/1) akibat sungai kecil yang melewati permukiman itu meluap. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga hunian di Graha Prima sekitar. 1.560 rumah dengan berbagai kondisi akibat banjir sehingga saat ini masih dibutuhkan bantuan, ini belum termasuk Perumahan Kintamani yang bersebelahan dengan perumahan tersebut. Dalam bincang-bincang dengan warga setempat penyebab banjir disebabkan sungai kecil yang mengalir dipermukiman tersebut tidak dapat keluar karena meluapnya saluran Cibitung-Bekasi yang langsung menuju laut. Sebagai solusinya warga minta agar BTN dapat memfasilitasi pembangunan tanggul permanen setinggi dua meter di, sungai kecil tersebut sepanjang 30 meter dengan demikian saat saluran meluap sungai kecil itu masih dapat menahannya. Kodradi menjanjikan untuk memfasilitasi dengan pengembang terkait dan Pemkab Bekasi untuk membuatkan tanggul permanen yang biayanya diperkirakan sekitar Rp 600 juta. "Biayanya mungkin masih bisa kurang kalau tenaga kerja dari warga," ucapnya.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130