Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

Berita BTN


BTN Turunkan Bunga KPR Jadi 10-11 Persen

Sumber: Pikiran Rakyat
10/03/2010
JAKARTA, (PR).- Permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) pada 2010 diperkirakan meningkat, di atas 20 persen. Hal itu terkait dengan membaiknya daya beli masyarakat.
 
JAKARTA, (PR).- Permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) pada 2010 diperkirakan meningkat, di atas 20 persen. Hal itu terkait dengan membaiknya daya beli masyarakat.
Namun, menurut Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Iqbal Latanro, permintaan KPR sangat sensitif terhadap suku bunga tinggi.
"Masyarakat lebih memperhatikan bunga KPR, di mana jika terjadi tren penurunan bu­nga, permintaan akan mening­kat dan jika naik akan terjadi sebaliknya," kata Iqbal. di Ja­karta, Selasa (9/3).
Diakui Iqbal, bunga tinggi sebenarnya juga tidak disenangi perbankan karena berpotensi meningkatnya kredit macet
"Suku bunga perbankan yang ideal bagi para nasabah adalah sekitar 11 persen” katanya.
Untuk itu, kata Iqbal, pihaknya telah melakukan penuru­nan suku bunga KPR dari 15 persen pada awal 2009 menjadi 10-11 persen saat ini.
Dengan penurunan bunga KPR yang dilakukan BTN ini, te­lah mendorong penyaluran kre­dit pada 2009 mengalami peningkatan 30,06 persen menjadi Rp 40,7 triliun dibandingkan de­ngan 2008, yang hanya Rp 32 triliun. "Peningkatan ini jauh di atas rata-rata industri yang ha­nya naik 10,6 persen," katanya.
Untuk itu, kata dia, BTN menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun ini sebesar 27 persen karena didasari kondisi perekonomian yang membaik, akan meningkatkan daya beli masyarakat pada perumahan.
Dia mengungkapkan, kebutuhan rumah cenderung semakin besar, yakni sekitar 800.000 unit per tahun. Sejauh ini, BTN merupakan penyalur KPR terbesar dengan pangsa pasar 25,7 persen untuk KPR nonsubsidi dan 98 persen un­tuk KPR bersubsidi.
Selain itu, BTN akan mengembangkan kredit di luar sektor perumahan. Namun, kredit di luar sektor perumah­an ini akan dibatasi maksimal 25 persen, di antaranya kartu kredit, personal loan, dan kre­dit sektor lainnya.
Iqbal beralasan, pengembangan sektor kredit itu untuk menjaga jika di sektor peru­mahan terjadi sesuatu yang ti­dak diinginkan. (A-78)***
<< Back
Copyright © 2009 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130