Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Turunkan Suku Bunga Kredit

Sumber: Harian Ekonomi Neraca, 18 November 2011
22/11/2011
Turunnya BI Rate dari sebesar 6,50% menjadi 6,00% pada awal November 2011 memberi peluang bagi perbankan untuk menurunkan tingkat suku bunga. "Seiring dengan penurunan BI Rate tersebut Bank BTN kembali menerbitkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) per 16 Nopember 2011 dengan tingkat bunga SBDK yang lebih rendah dibandingkan dengan SBDK periode sebelumnya," kata Iqbal Latanro, Direktur Utama Bank PT Tabungan Negara Tbk (BTN), Kamis.
 
Turunnya BI Rate dari sebesar 6,50% menjadi 6,00% pada awal November 2011 memberi peluang bagi perbankan untuk menurunkan tingkat suku bunga. "Seiring dengan penurunan BI Rate tersebut Bank BTN kembali menerbitkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) per 16 Nopember 2011 dengan tingkat bunga SBDK yang lebih rendah dibandingkan dengan SBDK periode sebelumnya," kata Iqbal Latanro, Direktur Utama Bank PT Tabungan Negara Tbk (BTN), Kamis.

Perubahan SBDK Bank BTN tersebut disebabkan bahwa SBDK pada periode sebelumnya menggunakan data Based lending Rate (BLR) Bank BTN per Juni 2011 sedangkan perhitungan SBDK Bank BTN kali ini menggunakan perhitungan Based Lending Rate bulan Oktober 2011.

Jika dibandingkan dengan penerbitan SBDK sebelumnya, maka saat ini SBDK Bank BTN mengalami penurunan sebesar 0,53% untuk segmen kredit Korporasi dan Retail dan 0,61% untuk segmen kredit KPR serta 0,60% untuk segmen kredit Non KPR.

Penurunan BI Rate tersebut memberi kesempatan kepada seluruh perbankan untuk menata kembali struktur funding sehingga dengan sendirinya cost of fund Bank BTN mengalami perbaikan sejak Juni sampai dengan Oktober 2011. Cost of Fund SBDK Bank BTN turun sebesar 0,09%, dari sebesar .6,52% dari bulan Juni 2011 menjadi 6,43% pada bulan Oktober 2011.

Penurunan biaya dana untuk segmen kredit korporasi & ritel sebesar 0,26% dan untuk KPR dan Non KPR sebesar 0,27%.

Perubahan pada komponen harga pokok dana (HPDK) untuk kredit turun 0,30% untuk segmen kredit korporasi & retail dan 0,31%, untuk segmen kredit KPR serta 0,30% untuk segment kredit Non KPR. "Bank BTN akan terus berupaya untuk melakukan inovasi dalam pengembangan produk yang dapat mendukung perseroan dalam menekan biaya dana sehingga efisiensi bisnis dapat tercapai," tegas Iqbal.

Selain itu, BTN juga akan menerbitkan sekuritisasi aset Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) sebesar Rp 703 miliar. Nilainya turun dari rencana awal Rp 1 triliun karena krisis AS dan Eropa.

Menurut Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah di Jakarta, Kamis, perseroan bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dalam menerbitkan KIK EBA memiliki underlying tagihan KPR dengan jumlah yang sama itu. "Kita tadinya mau terbitkan Rp1 triliun, karena krisis dan kita sesuaikan dengan yield yang kita inginkan, ketemu angka penerbitan Rp 703 miliar," kata Evi.

BTN bisa saja menerbitkan KIK EBA dengan jumlah Rp1 triliun, namun tidak akan terserap oleh pasar. Pasalnya, pasar menginginkan yield yang lebih tinggi. "Kalau Rp1 triliun, yang menyerap minta yield yang lebih tinggi. Nanti kalau gitu, kita lempar yield berapa di pasar. Demandnya ada, tapi yieldnya yang ga cocok," ucap Evi.

Dia menambahkan, aset portofolio tagihan KPR disekuritisasi, seteleh sebelumnya masuk seleksi untuk menjamin kualitas aset. EBA kali ini memiliki peringkat idAAA dari Pefindo. "EBA DBTN 02 KPR BTN kelas A bersifat atus kas tetap dengan nilai pokok yang diamortisasi tiga bulanan," kata Evi.

Tingkat bunga dalam KIK EBA BTN 8,75%. Suku bunga ini diharapkan dapat menyesuaikan interest rate perumahan yang lebih terjangkau. rin
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130