Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Turunkan Suku Bunga Kredit

17/07/2003
 
Terhitung sejak 14 Juli 2003, Bank Tabungan Negara (BTN) mulai menurunkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) serta kredit konstruksi. Penurunan itu berkisar satu persen sampai 1,5 persen. Kebijakan ini diyakini menggairahkan serta memulihkan pembangunan sektor riil. Kepala Bagian Divisi Pengelolaan Kebijakan Kredit BTN Maret DS Santosa di Bekasi, Selasa (15/7), mengatakan penurunan suku bunga kredit itu bervariasi. Untuk kredit dengan jangka waktu satu sampai lima tahun dipatok kredit sebesar 17,5 persen. Kredit berjangka waktu 5-10 tahun sebesar 18 persen, sedangkan kredit di atas 10 tahun sebesar 18,5 persen. Sebelumnya, kredit berjangka waktu 1-10 tahun dikenai sebesar 19 persen dan di atas 10 tahun sebesar 19,5 persen. Sementara itu, kredit konstruksi yang selama ini diberikan sebesar 19,5 persen kini diturunkan menjadi 18 persen. Santosa mengakui, penurunan suku bunga KPR BTN ini masih relatif kecil jika dibandingkan dengan yang diberikan bank lainnya, misalnya Bank Mandiri (13,75 persen), Bank Central Asia (15 persen), dan Panin Bank (14,75 persen). Kendati demikian, kebijakan ini bukanlah harga mati. "Nanti tiap bulan kita akan kaji dengan melihat kecenderungan Sertifikat Bank Indonesia dan struktur keuangan BTN, serta kebijakan bank lain. Bukan tak mungkin akan diturunkan lagi," katanya. Pacu sektor riil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) Yan Mogi menyambut gembira kebijakan BTN itu. Bahkan, diyakini akan memacu sektor riil serta menggairahkan pembangunan perumahan. "Kita sebetulnya tak menuntut agar saat ini juga suku bunga KPR BTN harus diturunkan hingga mencapai 15 persen. Karena kita pun sangat yakin, paling lambat tiga bulan mendatang, suku bunga KPR dan kredit konstruksi akan diturunkan lagi beberapa persen," jelasnya. Tentang suku bunga KPR yang telah mendekati subsidi selisih bunga sebesar 12 persen, Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Soenarno menyatakan masalah itu melibatkan cukup banyak instansi. Dalam waktu dekat dibahas dalam sidang kabinet. "Kita akan cari solusi yang terbaik sebab masih dibutuhkan sekitar lima juta unit rumah," katanya. (b13/JAN)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130