Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN Turunkan Suku Bunga Kredit

04/04/2005
 
Jakarta, Bisnis RM        Ini kabar baik buat konsumen Bank BTN. Untuk tahun ini, BTN bermaksud menurunkan suku bunga kredit. Dengan begitu, biaya pembelian rumah yang berbentuk KPR (kredit pemilikan rumah).       Selain itu, suku bunga yang diturunkan adalah kredit modal kerja (kredit konstruksi dan kredit lainnya dengan besaran yang bervariasi.       Penurunan suku bunga ini bisa terjadi setelah Bank Tabungan Negara (BTN) menawarkan Obligasi XI yang akan ditawarkan kepada publik pada 26-28 April lebih rendah dari obligasi X dan suborinasi.       “Suku bunga kredit saat ini sekitar 13-14,5 persen masih dapat diturunkan, karena bunga obligasi XI lebih rendah dari obligasi X dan subordinasi. “kata Dierktur Utama BTN Kodradi dalam acara peluncuran obligasi XI di Jakarta, kamis lalu.       Dikatakannya, bunga oblligasi X dan subordinasi I berkisar 12-12,5 persen, sementara obligasi XI ditawarkan lebih rendah yakni 10,25-11 persen seri A dan 10,625-11,25 persen seri B, sehingga dimungkinkan untuk turun.       Menurut Kodradi, untuk kredit konstruksi tahun 2005 telah dipersiapkan dana sebesar Rp. 750 miliar dengan tingkat bunga dapat lebih rendah dari posisi saat ini sebesar 14,5 persen. Sedangkan KPR mungkin dapat diturunkan dari posisi 13 persen menjadi 12,5 persen.       Kodradi optimis bunga kredit bisa turun lebih rendah lagi sepanjang BTN dapat menurunkan biaya dana (cost of fund) dengan menekan tingkat resiko (risk premium), serta mengefisienkan marjin keuntungan (profit margin).       Faktor lain yang paling mempengaruhi penurunan suku bunga, lanjutnya, tergantung tingkat inflasi apabila dapat ditekan sampai lima persen maka Bank BTN berani menawarkan suku bunga di bawah satu digit.       Bank BTN dalam obligasi XI menerbitkan sebesar Rp. 750 miliar, sehingga menambah jumlah obligasi sebelumnya I sampai X dan subordinasi I sebesar Rp. 3,1 triliun.Selama ini. Obligasi yang dilepas Bank BTN laku di pasar (oversubscribes).       Dijelaskan juga, dari seluruh obligasi yang pernah diterbitkan, yang saat ini masih berjalan (outstanding) sebesar Rp. 1,75 triliun, sementra lainnya telah jatuh tempo dan dilunasi seluruhnya.       Bank BTN untuk tahun anggaran 2005 telah mengalokasikan dananya untuk kredit sebesar Rp. 4,08 triliun dari jumlah itu untuk rumah sederhana sehat (RSh) Rp. 1,7 triliun (75.000 unit). Kredit konstruksi Rp. 750 miliar, serta kredit lainnya.       Menurut Kodradi, kredit sebanyak itu tidak sepenuhnya berasal dari obligasi, sebagian lainnya berasal dari gabungan deposito dan tabungan. Dengan demikian jika bunga obligasi 11,25 persen mungkin dapat disalurkan dalam bentuk kredit sebesar 13 persen dengan dicampur dari sumber lainnya.       Dikatakannya, persaingan pasar KPR tidak terlalu mengkhawatirkan. Karena, masih tinggi permintaan akan perumahan akan memberikan peluang kepada perbankan Indonesia untuk mengambil peran. Berkat pengalaman, BTN percaya diri untuk menjadi pemimpin pasar dalam kredit pembiayaan perumahan ini. AUL   
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130