English
Indonesian
Kalkulator KPR
|
Site Map
|
Karir
|
Hubungi Kami
Cari:
Visi & Misi
Sejarah Bank BTN
Komisaris & Direksi
Struktur Organisasi
Budaya Kerja
Corporate Identity
Tabungan BTN Batara
Tabungan BTN Prima
Tabungan BTN Payroll
Tabungan BTN Junior
Tabungan BTN Juara
Tabungan BTN e'BATARAPOS
TabunganKu
Tabungan BTN Haji - Reguler
Tabungan BTN Haji - Plus
Tabungan BTN Batara Pensiunan
Deposito BTN
Deposito BTN Valas
Giro BTN
Giro Valas BTN
Tabungan
Deposito
Giro
KPR BTN Sejahtera FLPP
KPR BTN Platinum
KPA BTN
Kredit Agunan Rumah
Kring BTN
Kredit Ruko BTN
Kredit Bangun Rumah
Kredit Swadana BTN
PRR-KB BTN Jamsostek
PUM-KB BTN Jamsostek
TBUM BAPERTARUM
TBM BAPERTARUM
Kredit Yasa Griya / Kredit Konstruksi
Kredit Modal Kerja - Kontraktor (KMK-Kontraktor)
Kredit Modal Kerja - Industri Terkait dengan Perumahan
Kredit Investasi (KI)
Kredit Investasi (KI) - Industri Terkait dengan Perumahan
Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Non Cash Loan : Garansi Bank
Kredit Konsumer
Kredit Komersial
Prima Poin
Prima Cicilan
Prima Diskon
Prima Katalog
Transfer Balance
Fitur Khusus
Fitur Umum
Persyaratan
Bunga dan Biaya
FAQ
Hubungi Kami
Kartu Kredit BTN
Kartu Debit BTN
Kiriman Uang
INKASO
Safe Deposit Box
Money Changer
Bank Garansi
Payment Point
Real Time Gross Settlement (RTGS)
BTN Payroll
SPP Online BTN
Western Union
iMobile BTN
Produk Dana
Produk Kredit
Jasa dan Layanan
Laporan Triwulan
Laporan Tahunan
Laporan Keuangan
Laporan GCG
Materi Presentasi
Dividen
Keputusan RUPS
Pencarian
BTN Care Form
BTN Info
Info Properti
Kurs Valuta Asing
Lokasi ATM BTN
Jaringan Kantor
BTN Care
Links
Download
Frequently Asked Questions
Suku Bunga
Kalkulator KPR
Home
|
Tentang Kami
|
Produk
|
CSR
|
Unit Usaha Syariah
|
Hubungan Investor
|
Fasilitas Lainnya
Berita BTN
BTN Yakin KIK-EBA Bikin Aset Likuid
Sumber: Rakyat Merdeka
12/11/2009
PT Bank Tabungan Negara (BTN) berencana menerbitkan kembali produk kontak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) minimal Rp 500 miliar pada 2010. Saat ini, total KIK-EBA yang sudah diterbitkan sekitar Rp 500 miliar.
"Sebagai salah satu sumber pendanaan yang lebih murah, pilihannya adalah KIK-EBA," ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin.
Menurut dia, melalui penerbitan KIK-EBA, bisnis jangka panjang perseroan diharapkan lebih baik dan aset menjadi likuid (mampu memenuhi kewajiban, red). "BTN sebagai lembaga perbankan juga dapat memberikan kredit lebih baik," ujar Iqbal.
Iqbal menjelaskan, melalu pencatatan KIK-EBA tersebut investor memiliki alternatif investasi lebih banyak. Dibanding pencatatan sebelumnya, KIK EBA Danareksa SMF II-KPI BTN itu dinilai lebih likuid.
"Kami berharap produk terse but lebih likuid dengan jumlal emisi lebih besar," tuturnya.
Iqbal menyatakan, dana hasi penerbitan KIK-EBA akan digu nakan untuk ekspansi ke industi perumahan dan usaha kecil me nengah (UKM), tanpa haru menyiapkan rasio kecukupa modal (capital adequacy ratic CAR) khusus.Iqbal menilai, dengan diterbit kannya KIK-EBA, perusahaa memiliki kapasitas kredit bar tanpa modal baru. GO
<< Back
Copyright © 2011 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130