Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN akan kuasi reorganisasi

18/09/2006
 
New Page 1 JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara akan melakukan kuasi reorganisasi pada awal tahun ini untuk mendukung rencana perseroan menawarkan saham ke publik sebesar 20%. Direktur Keuangan BTN Iq bal Latanro mengatakan dalam waktu dekat manajemen akan menggelar tender untuk memilih perusahaan penilai yang bertugas memvaluasi aset bank BUMN tersebut. "Sebelum IPO kami akan melakukan kuasi reorganisasi dan dalam waktu dekat tender perusahaan penilai akan kami gelar," ujarnya kemarin. Kuasi reorganisasi dilakukan dengan menilai kembali akun-akun aktiva dan kewajiban pada nilai wajar, dan mengeliminasi saldo laba negatif. BTN pada tahun depan berencana emisi obligasi Rpl triliun sekaligus melepas saham ke publik melalui penawaran umum perdana (initia/ public offering/IPO) untuk meraup dana Rp2 triliun. Iqbal menjelaskan perseroan membuka kemungkinan menaikkan jumlah obligasi yang diterbitkan apabila kondisi pasar memungkinkan percepatan ekspansi kredit. Dia memaparkan sebenarnya rasio kecukupan modal BTN pada Juli lalu sebesar 18,18% yang relatif memadai untuk mendukung ekspansi kredit. Namun, dia mengingatkan terdapat kebutuhan 'pembiayaan rumah yang terus berkembang. Saat ini, lanjut Iqbal, diperkirakan masih terdapat kekurangan rumah sebesar 6,3 juta unit. "Untuk mendapatkan tambahan modal dari APBN kemampuannya sangat terbatas, sehingga pilihan paling mungkin adalah menerbitkan obligasi dan IPO. Namun, dengan IPO kami mendapatkan struktur pendanaan yang murah, sehingga bisa ekspansi kredit lebih cepat yang berdampak pada naiknya margin keuntungan BTN." Selanjutnya, tutur dia, BTN akan meningkat kapitalisasi pasarnya yang berdampak pada meningkatnya nilai saham yang dimiliki oleh pemerintah. Pada 8 Agustus, BTN sudah mengajukan surat ke Kementerian BUMN untuk meminta izin menawarkan saham ke publik. Rencananya, BTN menggunakan laporan keuangan pada Desember 2006, sehingga pada semester I tahun depan bisa IPO. Rencana tunda Semula, IPO BTN sebenarnya akan direalisasikan pada tahun ini dan sudah masuk rencana kerja anggaran perusahaan untuk 2006. Namun, kondisi pasar yang kurang mendukung membuat BTN membatalkan rencana ini. Secara terpisah, Sekretaris Menneg BUMN Muhammad Said Didu mengatakan persetujuan terhadap rencana IPO BTN masih menunggu persetujuan dari Komite Privatisasi. "Memang BTN memerlukan tambahan modal dan salah satu opsi yang ditempuh adalah IPO. Saat ini masih menunggu persetujuan dari komite privatisasi yang pembentukannya menunggu Kep pres." Iqbal mengatakan peluang BTN untuk IPO dengan hasil yang optimal sangat besar mengingat kondisi pasar yang semakin kondusif. Die memperkirakan momentum kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan terus berlanjut pada tahun depan karena ditunjang dengan kondisi ekonomi makro yang kondusif. "Daya serap pasar baik dari investor asing maupun domestik akan sangat besar. Dengan situasi pasar yang kondusif BTN dapat menjual saham dengan harga yang tinggi."
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130