BTN buka 13 kancab tahun ini
New Page 1 Oleh Irsad Sati - Bisnis Indonesia JAKARTA Bank Tabungan Negara menargetkan membuka 13 kantor cabang (kancab) konvensional dan syariah selama tahun ini dengan sasaran memperluas kewenangan dalam penyaluran kredit perumahan ke daerah hingga plafon
Rp8 miliar per debitor. Menurut rencana pembukaan cabang itu terdiri dari tujuh cabang konvensional dan enam cabang syariah yang akan tersebar di sejumlah daerah, tiga cabang di antaranya sudah mulai beroperasi. Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan
pembukaan kantor cabang baru atau peningkatan status kantor cabang pembantu menjadi kantor cabang penuh merupakan langkah untuk mendelegasikan kebijakan sistem perkreditan agar bisa dilakukan secara desentralisasi. Menurut dia, BTN memerlukan hal itu untuk
menyelaraskan ritme bisnis dengan perkembangan sektor perumahan dan properti yang terus meningkat di daerah dalam beberapa tahun belakangan ini. "Salah satunya peningkatan status kantor cabang pembantu Cimahi menjadi kantor cabang penuh. Ini meningkatkan kewenangan
mereka dari hanya boleh memutuskan kredit dengan plafon Rp50 juta per debitor menjadi naik hingga Rp8 miliar. Ini akan berlaku juga untuk cabang-cabang lain yang akan kami buka atau naikkan statusnya," ungkapnya siaran pers kemarin. Dia menambahkan kantor
cabang Cimahi diproyeksikan untuk menggarap pasar kredit perumahan dan tabungan di wilayah itu dan kawasan Bandung barat yang mulai tumbuh pesat dengan proyek perumahan dan propertinya. Terkait dengan pembukaan kantor cabang baru tersebut, ungkapnya, sebelumnya
BTN sudah membuka cabang baru di Cibubur dan Kelapa Gading, dua wilayah yang dinilai pesat pertumbuhan bisnis perumahan dan properti. Dia menjelaskan jumlah kaiv tor cabang yang dimiliki saat ini bertambah dari 1.507 menjadi 1.523 unit hingga saat ini. Lebih
jauh, tambahnya, jaringan BTN meliputi 254 kantor, 14 di antaranya merupakan kantor unit syariah, 1.269 kantor pos online, serta 287 unit anjungan tunai mandiri (ATM). Berdasarkan laporan keuangan BTN per 31 Desember 2007 disebutkan aset bank BUMN itu Rp36,7
triliun.