Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN dan Bank DKI Beri Keringanan untuk Debitor

15/02/2007
 
JAKARTA-Manajemen PT Bank Tabungan Negara dan Bank DKI alvan membelikan keringanan terhadap debitor yang terkena musibah banjir di wilayah Jabodetabek. BTN sudah memutuskan memberikan penundaan pembayaran cicilan selama tiga bulan. Demikian rangkuman pendapat dari Direktur Utama Bank BTN Kodradi dan Direktur Utama Bank DKI Winny E Hassan, di Jakarta, Selasa (13/2). "BTN pasti akan memberikan keringanan terhadap korban musibah banjir seperti penundaan pembayaran selama tiga bulan. Ini dapat meringankan beban mereka," jelas Kodradi. Kodradi menjelaskan, keringanan itu berlaku untuk debitor yang berlokasi di wilayah Bekasi dan Tangerang yang menjadi korban banjir. Adapun jumlah debitor yang terkena musibah sekitar 53.000 dengan nilai sebesar Rp 944 miliar. Direktur BTN Iqbal Latanro menambahkan toleransi tersebut diberikan kepada para debitor KPR dengan mempertimbangkan daya angsur debitor. Namun, pihaknya akan melakukan verifikasi dan inventarisasi data korban supaya layak untuk diberikan keringanan. "Kami tetap memperhatikan beberapa hal seperti daya angsur nasabah itu pasti menurun. Kami jelas akan memproses jika ada permintaan keringanan tersebut," jelas dia. Sementara itu, Bank DKI membuka peluang besar untuk memberikan keringanan bagi para debitor korban banjir. Winny mengatakan banyak debitor yang datang sambil menangis ke Bank DKI. "Katanya pascabanjir sudah tidak punya apa-apa," katanya. Namun Winny tidak menyebutkan berapa nasabah yang sudah meminta keringanan dan berapa jumlah kreditnya. "Kalau itu (pemberian keringanan) hampir pasti. Tapi kalau penghapusan pokok utang dan bunga lebih baik jangan. Karena ketika satu bank memberlakukan itu dan bank lain tidak akan timbul perpepsi beragam dari masyarakat. Bisa timbul presden buruk dan menghasilkan komplain nasional," jelas dia. . Untuk itu, Winny akan berkonsultasi dengan Bank Indonesia terlebih dahulu dan melihat kebijakan bank lainnya. Menurut dia, penanganan bagi debitor yang perusahaannya merugi akibat banjir memerlukan sinergi dan kesamaan pola bantuan. "Saya pikir perlu ada kesamaan pola bantuan atau keringanan terutama untuk usaha kecil dan menengah. Sebelumnya ada usulan untuk memberikan bantuan Rp 50 juta tanpa jaminan. Namun itu harus tetap mengikuti prosedur kredit," tutur Winny. Rugj Rp 1 Miliar Winny juga mengatakan estimasi kerugian Bank DKI akibat banjir mencapai Rp 1 miliar. Kerugian ini meliputi terendamnya beberapa kantor bank dan rusaknya tiga mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). "Nilai kerugian itu kemungkinan akan bertambah. Untuk uang yang sempat terendam akan kami tukarkan ke Bank Indonesia. Sedangkan dokumen-dokumen penting semua selamat," ujar Winny. Winny mengatakan, pihaknya langsung membentuk pusat krisis saat musibah banjir terjadi. Pusat krisis itu juga berfungsi untuk melayani pembayaran gaji pegawai serta sebagai media untuk menginformasikan kantor cabang dan ATM yang luput dari banjir. "Itu menjadi fokus utama kami saat itu, karena hari-hari pembayaran gaji pegawai terjadi ketika banjir," ucapnya. Mengenai kerugian tiga mesin ATM, Winny mengatakan akan mengganti dengan yang baru. Kerugian satu unit mesin ATM ditaksir sekitar Rp 150-200 juta. "Kami melihat kondisi mesin yang terendam sudah tidak memungkinkan untuk kembali digunakan. Maka kami akan segera membeli yang baru," lanjut Winny,  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130