Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN dan PP Paling Siap IPO

Sumber: Indo Pos
18/06/2009
JAKARTA- Kinerja pasar modal vane terus bergerak di teritori positif membual Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BLMNi menyalakan kembali sinyal go public.

 
Dua BUMN Siap Lepas Saham  

JAKARTA- Kinerja pasar modal vane terus bergerak di teritori positif membual Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BLMNi menyalakan kembali sinyal go public.

Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengatakan, berdasar evaluasi, dua perusahaan pelat merah yang paling siap untuk melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering IPO I adalah PT Pembangunan Perumahan (PP) dan Bank Tabungan Negara (BTN). "IPO bisa dilakukan  tahun ini, ujarnya usai breakfast meeting BUMN Executive Club di Jakarta kemarin 11 Menurut Said, target IPO tabun ini dapat terlaksana dengan syarat mendapatkan ijin dari DPR dan Ketua Tim Privatisasi, yakni Menko Perekonomian. "Menneg BUMN sudah mengirim surai kepada Menko Perekonomian untuk dibuka kembali kesempatan melakukan IPO. tapi belum ada jawaban resmi." katanya.

Sesuai skema Kementerian BUMN, proses IPO akan kembali dijalankan jika pasar modal membaik dengan parameter indeks harga saham gabungan (IHSG) di atas 2000.

Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 5.4 poin, tapi masih ada di level 2O24. Saat ini, sudah ada tiga BUMN yang mendapat lampu hijau dari DPR untuk melakukan privatisasi, yakni Garuda Indonesia, BTN, dan KS. Ijin tersebut diberikan DPR setelah melalui pembahasan maraton sepanjang Februari hingga September 2008

Narnun, rencana IPO berantakan gara-gara resesi ekonomi menerjang di akhir tahun 2008. Selain tiga BUMN tersebut, pemerintah juga mengajukan ijin untuk beberapa BUMN lain seperti PTPN III, PTPN IV, PTPN VII, dan Pembangunan Perumahan (PP). Namun, dari sekian banyak BUMN tersebut, BTN dan PP dinilai paling siap. "Sebab, saat ini sektor perbankan dan kosntruksi menunjukkan kinerja stabil." terangnya.

Adapun KS dan Garuda yang sudah mendapat ijin dari DPR belum bisa melakukan IPO karena sektor industri baja masih belum stabil. "Sementara untuk Garuda, kami pertu bersih-bersih dulu (utang-utangnya)." sebutnya Menyangkut BTN, dokumen Kementerian BUMN juga merinci mengenai aspek pentingnya privatisasi. Misalnya, bank yang fokus ke kredit perumahan itu memerlukan basis permodalan dan pendanaan kuat untuk menjamin kesinambungan serta ketersediaan pembiayaan perumahan .

Dengan maksimal 30 persen saham dilepas, IPO BTN diharapkan dapat meraup dana Rp 1,5 triliun-Rp 2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur, pengembangan teknologi, dan pengembangan jaringan. Selain itu, memperkuat permodalan dalam rangka ekspansi kredit membantu program Gerakan Nasional Pengembangan Sejuta Rumah (GNPSR) dan Rumah Susun Sederhana.

Dengan strategi itu, revenue BTN yang tahun ini diperkirakan Rp 22,9 triliun dapat melonjak menjadi Rp 36,3 triliun pada 2012. Sedangkan laba bersihnya ditargetkan melesat dari Rp 472 miliar pada 2008 menjadi Rp 1,39 triliun pada 2012. (Indo Pos)  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130