Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN jajaki tambah jumlah KIK-EBA

09/05/2008
 
New Page 1 Oleh Sylviana Pravita R.K.N. & M. Munir Haikal Bisnis Indonesia JAKARTA PT Bank Tabungan Negara menjajaki kemungkinan menaikkan jumlah penerbitan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK-EBA) dari jumlah semula sebesar Rp500 miliar. Langkah ini ditempuh mengingat manajemen BTN dan penjamin pelaksana emisi yang telah ditunjuk menunda penerbitan obligasi sebesar Rpl triliun sampai situasi pasar keuangan membaik. "Opsi menambah jumlah aset yang disekuritisasi ada. Tetapi lihat dulu situasi pasar mengingat kami terus mempersiapkan rencana penerbitan obligasi," ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro, pekan ini. Dia menjelaskan BTN bisa mencairkan dananya yang disimpan di sertifikat Bank Indonesia (SBI) untuk melunasi utang jatuh tempo senilai Rp750 miliar ataupun mendukung ekspansi kredit. BTN telah menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi yaitu PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Securities Tbk. Iqbal menilai dana pensiun dan asuransi cocok menjadi pembeli KIK-EBA BTN yang akan diterbitkan pada semester II. Dua institusi keuangan ini dinilai membutuhkan sumber investasi jangka panjang sehingga bisa menginvestasikan uangnya ke KIK-EBA. Dia mengatakan perseroan menyambut baik skim yang ditawarkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dengan Ditjen Pajak yang memungkinkan sekuritisasi efek beragun aset (EBA) tidak dikenai pajak berganda "Sebagai BUMN, kami menyatakan siap dan segera menyiapkan infrastruktur, termasuk mengkaji sebagian aset kami, untuk KIK-EBA itu. Kami berharap dapen dan asuransi dapat menyerap KIK-EBA yang kami tawarkan," tuturnya kepada Bisnis, pekan ini. Dia menuturkan BTN telah menunjuk Standard Chartered Securities dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk menangani penjualan KIK-EBA. KIK-EBA merupakan kontrak antara manajer investasi dan bank kustodian yang mengikat pemegang efek yang diagunkan. Manajer investasi (MI) diberi kewenangan mengelola portofolio investasi kolektif dan bank kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan kolektif. KIK-EBA dapat timbul dari adanya sekuritisasi aset tagihan dari perusahaan tertentu diubah menjadi aset yang lebih likuid melalui penciptaan surat berharga. Sembilan pihak Portofolio EBA adalah aset keuangan berupa tagihan, pemberian kredit termasuk KPR/KPA, efek bersifat utang yang dijamin oleh pemerintah, sarana peningkatan kredit (credit enhancement ) atau arus kas, dan aset keuangan lain. Pihak-pihak yang terkait dalam KIK EBA ada sembilan, yaitu pertama, kreditor awal (originator) yaitu pihak yang mengalihkan aset keuangan kepada KIK EBA. Kedua, special purpose vehicle (SPV),yaitu pembeli aset keuangan atau KIK EBA. Ketiga, obligor. Keempat, lembaga pemeringkat atas KK-EBA yang diterbitkan MI. Kelima, sarana peningkatan kredit yaitu lembaga yang memberikan jaminan jika KIK-EBA mengalami gagal bayar. Keenam, penyedia jasa yaitu lembaga yang memberikan pelayanan atas aliran dana dari obligor ke KIK-EBA. Ketujuh, investor. Kedelapan, penjamin emisi dan terakhir, pihak lain yang terkait dengan KIK-EBA adalah konsultan hukum, akuntan dan notaris, (sylviana.pravita@bisnis.co.id/munirhaikal(g)bisnis.co.id)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130