Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN kaji emisi obligasi Rp3 triliun

10/10/2007
 
New Page 1 Oleh M. Munir Haikal Bisnis Indonesia JAKARTA: PT Bank Tabungan mengkaji kemungkinan penerbitan obligasi sebesar Rp2 triliun-Rp3 triliun guna mendanai ekspansi kreditnya. Direktur Utama BTN Kodradi mengatakan penerbitan obligasi ini merupakan alternatif untuk mengatasi masalah ketidakseimbangan antara kredit perumahan yang disalurkan dengan sumber pendanaan (maturity mismatch). "Namun dalam penerbitan obligasi yang menjadi masalah adalah biayanya yang tinggi. Sekarang jumlah obligasi yang masih ada di neraca BTN mencapai Rp3,5 triliun, kalau kami melepas obligasi Rp2 triliun sampai Rp3 triliun pasar masih menyerap," ujarnya kemarin. Sebelumnya BTN berencana menggelar penerbitan obligasi sebesar Rpl,5 triliun pada tahun ini. Namun, rencana itu ditunda karena ada penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Selain itu, kementerian BUMN sedang menyiapkan kajian akuisisi BTN oleh BNI atau BRI mengingat bank khusus perumahan tersebut dinilai mengalami masalah maturity mismatch dan pangsa pasarnya yang terus tergerus. Namun, keberadaan BTN tetap dipertahankan meskipun sahamnya diakuisisi oleh bank BUMN lain. Kodradi menjelaskan BTN bisa mengandalkan beberapa sumber pendanaan untuk mengatasi masalah pendanaan tersebut. "Kalau PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sudah jalan setidaknya kami bisa menjual kredit kami senilai Rp5 triliun. Kami juga bisa menerbitkan obligasi dan menambah jumlah dana pihak ketiga (DPK). Selain itu, BTN menerima pembayaran angsuran kredit dari nasabahnya yang bisa menjadi sumber pendanaan untuk ekspansi kredit baru." Selain itu, tambah dia, BTN juga bisa menggelar penawaran saham perdana untuk memperkuat struktur modal. Sebagai bank yang memberi fokus pada perumahan yang tenor kredirnya panjang atau di atas lima tahun, BTN membutuhkan dana dengan jatuh tempo panjang. Posisi DPK BTN per 30 Juni tercatat Rp21,8 triliun, naik tipis dibandingkan posisi Desember 2006 yang tercatat Rp21,05 triliun. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) BTN sedikit meningkat dari level 18,23% pada Desember 2006 menjadi 18,79% pada 30 Juni 2007. Kodradi memaparkan sampai September 2007, jumlah penyaluran kredit rumah sederhana sehat BTN baru mencapai 72.392 unit dari target yang ditetapkan sampai akhir tahun ini sebesar 110.000. "Jumlah ini setara dengan penyaluran kredit sebesar Rp2,7 triliun." Kodradi memperkirakan pencapaian kredit RSH sampai akhir tahun maksimal mencapai 97.000 unit. "Jumlah kredit yang sudah disalurkan mencapai Rpl9,55 triliun dari target sebesar Rp22,06 triliun. Tahun lalu, jumlah kredit yang tercatat di buku kami mencapai Rpl8,06 triliun." Dia menargetkan tahun depan bisa menyalurkan kredit baru senilai RplO triliun. "Kami menargetkan kredit pemilikan rumah BTN pada tahun ini bisa mencapai Rp7,8 triliun dari KPR 2006 yang sebesar Rp5,7 triliun." (inunir.haikal@bisnis.co.id)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130