Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN kaji rights issue

Sumber: Bisnis Indonesia
30/04/2010
PT Bank Tabungan Negara Tbk menyiapkan opsi penawaran saham terbatas (rights issue) atas 12,92% saham perseroan untuk memperkuat permodalan.
 
PT Bank Tabungan Negara Tbk menyiapkan opsi penawaran saham terbatas (rights issue) atas 12,92% saham perseroan untuk memperkuat permodalan.

Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah mengatakan pelepasan saham ke pasar hingga 40% menyebabkan perseroan akan memperoleh insentif pajak.
"Setiap tahun kami akan ekspansi kredit sebesar 27% hingga 30%. Dengan asumsi tersebut rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/ CAR) BTN pada 2013 atau 2014 akan berada pada level sekitar 13% sehingga harus ada upaya untuk menaikkan rasio permodalan," ujarnya kemarin.

Dia menuturkan perseroan akan menjaga CAR pada level minimal 30%. Evi menepiskan kemungkinan untuk menerbitkan obligasi subordinasi karena biayanya dinilai mahal. "Lebih baik rights issue yang biayanya lebih murah dan kami juga diuntungkan dengan insentif pajak."
Kementerian BUMN mengendalikan 72,92% saham BTN dan apabila sebanyak 40% saham beredar di pasar, perseroan akan mendapatkan insentif pajak sebesar 5%.

Evi juga menuturkan perseroan sedang menyiapkan pemisahan (spin off) unit usaha syariah BTN. Saat ini, tuturnya, perseroan menggelar tender konsultan untuk membantu menyiapkan proses pemisahan tersebut.
Dia menolak menyebutkan detail konsultan yang ikut bersaing, tetapi membenarkan ada sejumlah nama di antaranya Karim Business Consulting.
Dia menjelaskan pemisahan akan dilakukan kalau aset UUS BTN sudah naik mencapai kisaran Rp. 3 Triliun hingga Rp. 4 Triliun dari level saat ini yang sebesar Rp2,6 triliun.

Direktur BTN Saut Pardede mengungkapkan perseroan menawarkan premium kupon obligasi XIV/2010 senilai Rp. 1,5 Triliun sebesar 75-175 basis poin (bps) di atas imbal hasil acuan surat utang negara (SUN) FR0031.
"Dana dari penerbitan obligasi bertenor 10 tahun itu akan digunakan sebagai ekspansi kredit dan secara otomatis untuk refinancing [membiayai kembali] obligasi kami yang jatuh tempo tahun ini."
Dalam penerbitan itu, perseroan menunjuk tiga penjamin emisi yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Indo Premier Securities.
Dia menuturkan jika permintaan atas obligasi itu cukup besar dan kupon yang diminta sesuai, nilai penerbitan bisa ditingkatkan hingga Rp. 2 Triliun.

Direktur Indo Premier Shiantaraga menuturkan penetapan kupon bunga mengacu ketika akhir periode masa pengumpulan minat investor pada 14 Mei.
Obligasi itu juga mendapatkan peringkat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Direktur Mandiri Sekuritas Safei mengatakan penerbitan obligasi yang sudah ke-14 kalinya oleh BTN itu menunjukkan perseroan tidak pernah gagal bayar. Hal itu, tuturnya, juga membuat risiko gagal bayar emiten terdilusi. "Sehingga premium yang ditawarkan sebesar 75-175 bps sangat menarik mengingat risiko yang kecil."
Harga saham BTN kemarin ditutup stagnan pada level Rp1.520 dibandingkan dengan hari sebelumnya yang menjadikan berkapitalisasi pasar Rp. 13,23 Triliun. (munir.haikal@bisnis.co.id/irvin.avriano@bisnis.co.id)
 
Oleh Irvin Avriano A. & M. Munir Haikal
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130