BTN pilih sinergi dengan Jamsostek
JAKARTA: Bank Tabungan Negara (BTN) bersinergi dengan PT Jamsostek dan PT Taspen, jika Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menolak rencana bank itu untuk go public pada 2006. "Plan Bnya kalau tak boleh go public, saya akan minta izin untuk membuat semacam sinergic
alliance dengan BUMN nonbank," jelas Direktur Utama Bank Tabungan Negara Kodradi kepada Bisnis, akhir pekan lalu. Saat ini, tambah dia, pihak direksi masih membahas rencana go public itu dengan para pemegang saham BTN. Jika rencana go public itu ditolak, maka
pilihan akuisisi itu akan diambil. Untuk bisa mengekspansikan kreditnya pada 2006, BTN harus menambah rasio kecukupan modalnyayang saat ini berkisar 16%. Untuk itu, mereka memiliki tiga pilihan program yang bisa diambil, yakni Inital Public Offering (IPO)
pada 2006, meminta tambahan modal dari pemerintah, atau melakukan akuisisi internal. Kodradi menegaskan alternatif penambahan modal dari pemerintah tak mungkin dilakukan karena keterbatasan keuangan negara. Sesuai arahan Kantor Kementerian Negara BUMN, BTN
memilih mengambil dua opsi lainnya, yakni go public atau akuisisi internal. Saat ini semuanya tengah diproses dalam RUPS. Menurut dia, program akuisisi internal dengan PT. Jamsostek dan PT. Taspen dapat mengatasi permodalan BTN dalam jangka panjang, mengingat
kedua lembaga itu adalah penghimpun dana dalam jangka panjang.