Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN suntik modal Binagriya Rp59,2 miliar

03/07/2007
 
Oleh Fahmi Achmad & Hanna Prabandari Bisnis Indonesia JAKARTA: Bank Tabungan Negara (BTN) menyuntikkan modal sebesar Rp59,2 miliar kepada PT Binagriya Upakara sekaligus merombak jajaran direksi anak usaha asuransinya tersebut. Direktur BTN Iqbal Latanro mengatakan injeksi modal terhadap Binagriya Upakara merupakan dukungan terhadap asuransi kerugian yang biasa menanggung risiko kredit perumahan tersebut. "Kami memang memutuskan melakukan penambahan modal agar dari sisi keuangan, kinerjanya bisa lebih baik," katanya di sela-sela kegiatan ulang tahun Bank Indonesia, kemarin. Dia menyebutkan tambahan modal tersebut diharapkan bisa meningkatkan rasio solvabilitas (risk based capital/RBC) Binagriya yang pada akhir 2006 anjlok minus 400%, atau jauh di, bawah ketentuan pemerintah minimal 120%. Iqbal membantah dukungan modal tersebut dikarenakan Binagriya harus menanggung klaim yang cukup besar dari outstanding kredit perumahan BTN di wilayah Sidoarjo yang terkena dampak lumpur PT Lapindo Brantas. Data BTN mencatatkan terdapat sebanyak 6.085 rumah nasabah KPR BTN yang rusak akibat terendam lumpur Lapindo. Total kerugian yang ditaksir senilai Rp486 miliar. Selain menambah modal, BTN juga mengganti jajaran direksi Binagriya dengan mengangkat Kapler Arifin Marpaung selaku direktur utama, Awiek Arifin sebagai direktur keuangan dan Krishna P. Kolopaking sebagai direktur pemasaran dan teknik. "Saya diminta pak Kodradi [Dirut BTN] untuk membenahi Binagriya," kata Kapler saat ditemui seusai serah terima jabatan kemarin, Dia menyebutkan penambahan modal dari pemegang saham mayoritas yakni Yayasan Kesejahteraan Pegawai BTN pada Februari telah mendongkrak RBC menjadi 134,93%. Kepercayaan pasar Dia berharap tingkat RBC yang melebihi ketetapan regulator mampu mengembalikan kepercayaan pasar terhadap Binagriya. Selain Yayasan Kesejahteraan Pegawai BTN, pemegang saham Binagriya lainnya di antaranya adalah Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia, Dana Pensiun BTN, dan Dana Pensiun Jasindo. Kapler yakin jika nanti pemerintah mengeluarkan aturan minimal modal setor Rp 100 miliar, pemegang saham siap untuk menyuntikkan modal kembali. "Tapi kami berharap ke depannya sudah tidak perlu modal dari pemegang saham, tapi bisa mengambil modal dari laba ditahan," tuturnya. Premi yang dikumpulkan hingga Mei di atas Rpl8 miliar, sebagai perbandingan premi 2005 Rp52,6 miliar dan 2006 Rp51,3 miliar. Kontribusi terbesar berasal dari asuransi kebakaran yang menyumbangkan lebih dari 50% perolehan premi, disusul asuransi kendaraan 37,5%, sisanya dari marine cargo, surety bond dan jenis lainnya. Klaim bruto yang dibayarkan Binagriya pada 2006 sebesar Rpl7,6 miliar dan klaim hingga Mei 2007 mencapai Rp9,l miliar. Klaim terbesar berasal dari produk aneka yang klaim brutonya hingga Mei sudah mencapai Rp4,7 miliar, padahal premi yang diperoleh produk tersebut hingga Mei baru Rp2,5 miliar. Dia mengatakan akan mengkaji produk yang merugikan, di antaranya asuransi KTP hasil kerja sama dengan beberapa pemda yang dinilai merugikan karena tidak menetapkan batasan umur bagi pemegang polis, {fahmi achmad@bisnis.co.id/hanna.prabandari@bisnis.co.id)  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130