Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN tak Naikkan Suku Bunga KPR

12/09/2005
 
BTN tak Naikkan Suku Bunga KPR Pengembang menyambut positif langkah yang diambil BTN. JAKARTA-Bank Tabungan Negara (BTN) tidak akan menaikkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit lainnya kendati Bank Indonesia menaikkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) untuk memperketan likuiditas rupiah. "Bank BTN sementara ini tidak akan menaikkan suku bunga kredit baik KPR, non KPR, maupun kredit konstruksi,"kata Direktur Utama Bank BTN, Kodradi di Jakarta, kemarin. Menurut Kodradi, sejumlah bank telah menaikkan suku bunga kredit sebagai imbas dari BI yang menaikkan SBI. Ia juga menyatakan secara umum kenaikkan semacam ini merupakan hal wajar karena kenaikkan SBI telah mengakibatkan biaya dana perbankan menjadi meningkat, maka sebagai konsekuensi terjadi kenaikan bunga tabungan, giro, dan deposito yang berimbas kepada kenaikan suku bunga kredit. Namun bagi Bank BTN, sambung Kodradi, sampai saat ini tetap tidak akan menaikkan suku bunga kreditnya. Kebijakan ini ditempuh agar dapat mendorong pasar perumahan semakin kondusif."Bank itu untuk para pelaku bisnis pembangunan rumah maupun masyarakat calon pembeli rumah melalui fasilitas KPR Bank BTN,"paparnya. Langkah BTN untuk tidak menaikkan suku bunga kredit karena biaya dana (cost of fund) dapat ditekan karena didukung kredit macet (non performing loan - NPL) yang rendah hanya 1,81 persen netto berdasarkan posisi Juli 2005. Kebijakan ini, menurut Kodradi, juga sebagai bentuk apresiasi Bank BTN kepada para nasabah dan debitur Bank BTN yang telah memberikan dukungan dalam rangka eksistensi Bank BTN untuk tidak diakuisisi apalagi di merger oleh bank lain. Kodradi mengharapkan kebijakan Bank BTN ini, dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk tetap menggerakkan sektor riil yang berkaitan dengan industri perumahan. Hal ini berarti dapat menambah lapangan pekerjaan dan membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang memperoleh KPR dari Bank BTN, sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengembang menyambut baik langkah PT Bank Tabungan Negara (BTN) tersebut."Kami sambut baik kebijakan itu. Sebab, bank-bank lain mulai menaikkan suku bunga kredit,"ujar Herman Sudarsono, Presdir PT Duta Putra Grup kepada Republika, Ahad (11/9). Dengan begitu, tambah mantan ketua REI ini, pengembang akan mempertimbangkan untuk tidak menaikkan harga jual rumah. Belum lagi, selama tahun ini daya beli masyarakat mulai menurun. Menurut Herman, yang paling merasakan keuntungan tidak naiknya suku bunga kredit adalah konsumen."Sebab beban kredit konsumen tidak bertambah." Diakui Herman, bukan faktor kenaikkan suku bunga kredit yang mendorong pengembang untuk tidak menaikkan harga jual. Ada dua faktor yang menjadi pertimbangan. Pertama gonjang-ganjing akuisisi BTN oleh BNI. Kedua, rencana kenaikan harga BBM. Karena itu, walaupun harga material mulai naik, tapi akibat dua faktor tadi, pengembang memilih menunggu tidak menaikkan harga jual rumah."Para pengembang masih wait and see dengan rencana akuisisi BTN dan kenaikkan harga BBM, "katanya. Kodradi menyatakan tidak dapat dimungkiri keberadaan BTN saat ini menjadi andalan pemerintah untuk membantu pembiayaan bagi masyarakat yang ingin membeli rumah sederhana sehat (RSh), setidaknya sampai Juli 2005 BTN telah menyalurkan KPR sebanyak 39.705 unit di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut sebanyak 30.820 unit merupakan KPR bersubsidi, sedangkan sisanya 8.885 unit merupakan KPR non subsidi. Ia menyatakan keyakinannya target 2005 untuk RSh sebanyak 75 ribu unit akan tercapai bahkan akan melampaui target yang ditetapkan. Bank BTN sendiri dalam menjalankan kegiatan operasinya saat ini didukung 44 kantor cabang, 92 cabang pembantu, 65 kantor kas, 208 ATM dan 55 kas keliling. Disamping itu BTN juga telah mendirikan lima kantor cabang syariah. Berdasarkan data rasio keuangan bulan Juni 2005, Bank BTN berhasil membukukan kinerja positif. diantaranya rasio kecukupan modal (CAR)  17,72 persen, tingkat pengembalian modal (ROE) 41,65 persen, profit margin 17,65 persen, rasio pinjaman terhadap tabungan (LDR) 77,46 persen, kredit macet (NPL) Netto 1,81 persen, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasi (BOPO) 82,67 persen.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130