Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN tunjuk 3 sekuritas terbitkan EBA

Sumber: Bisnis Indonesia, 06 Agustus 2010
09/08/2010
Bisnis Indonesia PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) telah menunjuk tiga sekuritas sebagai penjamin emisi penerbitan efek beragun aset (EBA) DSMF-BTN III/2010 senilai Rp. 750 miliar.
 
Bisnis Indonesia PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) telah menunjuk tiga sekuritas sebagai penjamin emisi penerbitan efek beragun aset (EBA) DSMF-BTN III/2010 senilai Rp. 750 miliar.

Ketiga sekuritas itu adalah PT Kresna Graha Sekurindo Tbk, PT Trimegah Securities Tbk, dan PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas.

Berdasarkan keterangan beberapa sumber, bank itu juga telah menetapkan PT Bank Mandiri Tbk sebagai kustodian dan PT Danareksa Investment Management sebagai manajer investasi penerbitan itu.

“Penerbitannya akan dilakukan bulan depan.

Rencana itu sedang dipersiapkan oleh lembaga penunjang itu,” ujar salah seorang sumber kemarin.

Berkaitan dengan itu, Direktur Utama BTN Iqbal Latanro yang dikonfirmasi Bisnis membenarkan rencana perseroan tersebut.

Bahkan, lanjutnya, BTN sudah menunjuk lembaga penunjang penerbitan efek derivatif bentuk pertama di pasar modal itu. “Saya belum dapat memastikan namanya. Seingat saya sudah proses, ada tiga penjamin emisinya.” Dia optimistis penerbitan produk sekuritisasi aset itu akan bagus karena produk tersebut akan menawarkan imbal hasil (yield) kupon yang menarik bagi investor, tetapi perusahaan juga tetap berusaha menekan kuponnya tidak terlampau tinggi.

Menurut Iqbal, penerbitan seri III EBA itu akan lebih baik dibandingkan dengan penerbitan yang lalu dan mengharapkan pasar sekunder instrumen itu akan lebih baik dibandingkan dengan seri sebelumnya sehingga memancing pasarnya.

“Penerbitan efek utang pada kuartal III ini akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan kuartal IV karena beberapa risiko yang membayangi.“ Kepala Divisi Fixed Income PT Anugerah Securindo Indah Ramdhan Ario Maruto menilai obligasi korporasi yang akan diterbitkan pada kuartal IV tahun ini akan memiliki risiko kupon yang lebih besar dibandingkan dengan yang akan diterbitkan pada kuartal III.

Menurut dia, risiko itu timbul terkait dengan potensi penurunan harga SUN beberapa bulan ke depan akibat inflasi yang tinggi.

“Inflasi itu akan berpengaruh pada suku bunga dan akan berdampak pada penerbitan obligasi korporasi yang menggunakan yield [imbal hasil] sebagai acuan penentuan kupon obligasi yang diterbitkan perusahaan itu,” ujarnya.

Dia juga mengatakan perdagangan SUN di pasar sekunder yang ramai dan bergerak positif kemarin masih menunjukkan ekspektasi yang positif karena adanya tingginya likuiditas dan kepercayaan investor asing.

Menurut Indah Ramdhan, peningkatan harga instrumen itu masih akan terjadi dalam waktu dekat.

Indeks harga SUN terapresiasi sebesar 42 basis poin (bps) ke level 105,31 kemarin dari posisi 104,89 pada Rabu, yang menunjukkan naiknya harga mayoritas seri SUN yang diperdagangkan kemarin. (09)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130