Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN tunjuk dua underwriter

23/05/2006
 
New Page 1 Oleh WISNU WIJAYA & IRSAD Bisnis Indonesia JAKARTA: PT Bank Tabungan Negara (BTN) diketahui telah menunjuk PT Standard Chartered Securities dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) obligasi Rpl triliun. Sumber Bisnis mengatakan obligasi itu bakal diterbitkan dua bulan lagi dengan tenor 10 tahun. "Dari seleksi terhadap sekitar 10 penjamin pelaksana emisi, BTN telah menetapkan Stanchart Securities dan Mandiri Sekuritas yang menang," tuturnya kemarin. Di tempat terpisah, GM Treasury BTN Saut Pardede mengatakan perseroan menargetkan proses negosiasi mengenai bunga dan fee obligasi dengan penjamin emisi dapat diselesaikan pekan depan seiring dengan rampungnya hasil audit laporan keuangan per April 2006. Laporan keuangan itu, katanya, akan dijadikan acuan oleh BTN dalam mengeluarkan obligasi rupiah tersebut. Menurut dia, BTN sudah berbicara dengan penjamin emisi guna mematangkan rencana tersebut. "Kami masih berbicara dan diharapkan segera mendapatkan kesepakatan. Di samping itu kami juga tengah menunggu hasil audit neraca per April 2006 yang akan menjadi acuannya dan diharapkan sudah keluar Juni depan," katanya. Saut menambahkan kalau semua prosedur itu berjalan lancar, maka obligasi senilai Rpl triliun itu sudah masuk pasar sekitar Agustus tahun ini. Dia mengatakan hasil penerbitkan obligasi itu akan digunakan sepenuhnya untuk pembiayaan perumahan yang selama ini menjadi bisnis utama bank tersebut. Berdasarkan catatan Bisnis, Bank BUMN Perumahan ini pada tahun ini menargetkan pengucuran kredit Rp5,7 triliun dengan proyeksi pencapaian laba Rp423 miliar. Proyeksi ini menggambarkan kenaikan kinerja dibandingkan tahun lalu yang membukukan laba sebesar Rp419 miliar dari penyaluran kredit sebesar Rp5,5 triliun. Pada akhir bulan lalu, Dirut BTN Kodradi mengatakan BTN ingin mengeluarkan obligasi jangka panjang dengan tenor 10 tahun agar sesuai dengan tenor kredit kepemilikan rumah lima tahun hingga 15 tahun. (Bisnis, 28 April) Bahkan, ujar Kodradi, pemodal obligasi mulai biasa dengan surat utang jangka panjang lebih dari lima tahun. Namun, pada waktu itu, dia mengatakan belum menyeleksi penjamin pelaksana emisi meski prosesnya akan digelar dalam waktu dekat. Pada triwulan I 2006, tuturnya, BTN membukukan laba setelah pajak sekitar Rp 130 miliar, naik dari periode yang sama tahun lalu Rpl20 miliar. Sedangkan tahun lalu laba setelah pajak BTN mencapai sekitar Rp436 miliar, naik dari target anggaran sebesar Rp364 miliar.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130