Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTN usulkan 3 underwriter

05/09/2008
 
New Page 1 Oleh M. Munir Haikal Bambang P. Jatmiko Bisnis Indonesia JAKARTA PT Bank Tabungan Negara mengajukan tiga calon Join lead underwriter kepada Kementerian BUMN untuk menangani penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) untuk meraup dana sebesar Rp2 triliun. Sumber Bisnis mengatakan tiga calon join lead underwiter yang diajukan adalah PT Banana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. "Ada tiga sekuritas yang diajukan ke Kementerian BUMN untuk ditunjuk menangani IPO BTN. Terdapat kemungkinan ada tambahan nama lagi mengingat ada sekuritas yang ditunjuk berencana menggandeng sekuritas asing untuk menangani pemasaran saham di luar negeri," ujarnya kemarin. Dia mengatakan semula Mandiri Sekuritas berencana menggandeng OMB GK Securities. Selain itu, Danareksa Sekuritas membentuk konsorsium dengan Banana Securities dan Credit Suisse. Ketika dikonfirmasi, Direktur BTN Saut Pardede mengakui perseroan telah mengajukan tiga perusahaan sekuritas kepada pemerintah. Namun, dia menolak menyebutkan nama-nama perusahaan itu. Menurut dia, perseroan akan mengumumkan nama underwriter setelah ada keputusan dari pemerintah. Saat ini pihaknya masih merampungkan persiapan teknis menyangkut aksi korporasi itu. "Kami tetap berharap IPO BTN bisa terlaksana tahun ini. Namun sejauh ini kami tetap mencermati kondisi pasar finansial yang ada, agar kami memperoleh pendanaan yang maksimal," ujar Saut Sebelumnya, terdapat enam perusahaan sekuritas yang berminat menjadi underwriter BTN. Keenamnya adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Mega Capital, PT DBS Securities Indonesia dan PT Trimegah Securities Tbk. Kendati BTN dan beberapa BUMN lain yang akan menggelar IPO sudah menyerahkan nominator underwriter, tetapi sampai kemarin Meneg BUMN Sofyan Abdul Djalil belum menerima berkas tersebut. Menurut Sofyan pihaknya juga masih menunggu izin dari DPR sebelum memutuskan perusahaan sekuritas yang ditunjuk sebagai underwriter IPO lima BUMN. "Tunggu saja nanti dalam waktu dekat sudah ada keputusannya. Kami masih menunggu izin dari DPR dulu," ujarnya. Percepat izin Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengatakan pihaknya meminta agar DPR mempercepat pemberian izin IPO bagi beberapa BUMN, di antaranya PTPN ID, IV, dan VII, serta PT Krakatau Steel. "Khusus untuk perkebunan, kami berharap IPO bisa dilaksanakan secepatnya ketika harga komoditas perkebunan masih membaik," tuturnya. Manajemen BTN optimistis bisa menambah kredit baru tahun ini Rpl3 triliun, lebih tinggi dari target dalam rencana bisnis bank Rpl0,04 triliun. Realisasi kredit terhadap target pada semester pertama tahun ini mencapai 135% dengan total kredit yang disalurkan mencapai Rp26,2 triliun. Adapun realisasi kredit pada Juli 2008 sebesar Rp7,61 triliun atau tercapai sebesar 73,39% terhadap target yang ditetapkan. Perolehan dana pihak ketiga juga meningkat sebesar 21,77% dari Rp21,59 triliun menjadi Rp26,3 triliun terdiri dari deposito sebesar Rpl5,3 triliun tabungan sebesar Rp7,67 triliun dan giro sebesar Rp3,l triliun. Hal itu, berimplikasi positif terhadap perolehan laba yang dibukukan sebesar Rp325,5 miliar atau naik dari tahun lalu sebesar Rp307,3 miliar. Tahun ini laba diproyeksikan senilai Rp715,6 miliar.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130