Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BTNTargetkan Kredit Baru Tumbuh 30%

Sumber: Investor Daily, 04 Januari 2011
04/01/2011
PT Bank Tabungan Negara Tbk (Bank BTN) menargetkan pertumbuhan kredit baru sekitar 25-30%, setara Rp 30 Triliun pada 2011. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan perolehan pada tahun-tahun sebelumnya senilai Rp 21 Triliun.
 
PT Bank Tabungan Negara Tbk (Bank BTN) menargetkan pertumbuhan kredit baru sekitar 25-30%, setara Rp 30 Triliun pada 2011. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan perolehan pada tahun-tahun sebelumnya senilai Rp 21 Triliun.

"Pertumbuhan kredit baru sekitar 25-30%, kira-kira mencapai segitu (Rp 30 Triliun)," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di sela acara pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (3/1).

Dengan pencapaian kredit baru tahun lalu sekitar Rp 21 Triliun, Bank BTN membutuhkan kredit baru setidaknya minimal Rp 26,25 Triliun.

Iqbal menjelaskan, pihaknya masih mengandalkan pertumbuhan kredit baru dari penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Porsi kredit di sektor tersebut mencapai lebih dari 90% dari total kredit perseroan. Sisanya berasal dari kredit di sektor lainnya, misalnya korporasi.

Perseroan memperkirakan pemberian kredit baru 2011 lebih tinggi dibandingkan rata-rata di tahun-tahun sebelumnya. Hal itu tertuang dalam rencana bisnis bank (RBB) 2011 Bank BTN, yang disampaikan ke Bank Indonesia (BI).

Untuk mengimbangi pertumbuhan bisnis tersebut, menurut Iqbal, pihaknya mencari alternatif sumber pembiayaan jangka panjang. Alternatif yang dipertimbangkan yakni penerbitan obligasi surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN). Selain itu sekuritisasi asset Pembiayaan jangka panjang disesuaikan dengan karakter KPR Sebab kredit perumahan biasanya memiliki masa jatuh tempo hingga 15 tahun. Porsi sumber dana eksternal yang dibutuhkan sekitar 25-30% dari total pembiayaan.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Bank BTN Saut Pardede mengatakan, pihaknya berencana menerbitkan obligasi sekitar Rp 2 Triliun pada semester I-2011. Terkait itu, perseroan terlebih dahulu menyelesaikan audit kinerja keuangan tahunan pada kuartal I-2011. Dana obligasi akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan.

Bank BTN, menurut Saut, juga kembali berencana melakukan sekuritisasi sekitar Rp 1 Triliun pada 2011. Tahun lalu, bank pelat merah tersebut telah melakukan sekuritisasi aset senilai Rp 750 miliar. Dana sekuritisasasi digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis perusahaan. (epa)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130