Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BUMN Perlu Bersinergi

27/03/2006
 
New Page 1 Iqbal Latanro Direktur Ritel BTN : "Sinergi antar-BUMN dalam meningkatkan bisnis properti, perlu dilakukan untuk mengatasi backlog perumahan di Tanah Air." JAKARTA - Semua pihak perlu bahumembahu untuk terus menggairahkan dan meningkatkan bisnis properti di Tanah Air. Hal ini bisa terwujud jika seluruh steakholder, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang peduli di bisnis properti, memahami peran dan fungsinya masing-masing. Selama ini, kendala terbesar yang dihadapi steakholder perumahan adalah hampir sebagian besar penyangga kepentingan bisnis properti, khususnya perumahan, hanya bermotif mencari profit. Namun, belakangan muncul kesadaran bersama untuk menjalin kerja sama antarsteakholder perumahan demi meningkatkan kualitas dan kerja sama pengembangan bisnis properti di Indonesia. Demikian benang merah yang mengemuka pada seminar Kemitraan Jamsostek, Perbankan, dan BPN dengan Pengembang Anggota REI DKI Jakarta dalam Meningkatkan Bisnis Properti di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (23/3). Tampil sebagai pembicara Direktur Ritel PT Bank Tabungan Negara (BTN) Iqbal Latanro, Direktur Konsumer PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk Achmad Baiquni, dan Direktur Utama PT Jamsostek Iwan Pontjowinoto. Iqbal mengungkapkan, sinergi antar-BUMN dalam meningkatkan bisnis properti, khususnya sektor perumahan sederhana, perlu dilakukan untuk mengatasi backlog perumahan di Tanah Air. Ia mencontohkan, kerja sama BTN dengan Jamsostek mengenai skim pembiayaan perumahan. Dalam kerja sama tersebut, Jamsostek menyediakan dana yang ditempatkan pada BTN sebagai dana pendamping bagi bank pelat merah itu untuk menyalurkan kredit bagi peserta program perumahan Jamsostek. "Kompensasi dari sinergi tersebut, kedua BUMN diuntungkan. BTN mendapat tambahan dana, sementara Jamsostek bisa meningkatkan program layanan bagi pesertanya lewat pembangunan rumah," kata Iqbal. Bagi BTN, kata dia, kerja sama tersebut bermanfaat karena adanya alternatif pendanaan kredit pemilikan rumah (KPR) yang mengurangi risiko mismatch. Selain itu, kerja sama itu memberi profit margin bagi BTN serta meningkatkan citra perusahaan. Iwan Pontjowinoto mengatakan, untuk menggairahkan bisnis properti, Jamsostek saat ini menyosialisasikan skim program perumahan Jamsostek. Program perumahan Jamsostek, kata dia, terdiri atas empat skim, yaitu kredit pemilikan rumah sederhana sehat, KPR, kredit konstruksi, dan pinjaman uangan muka perumahan bagi peserta Jamsostek. "Untuk mendukung program Gerakan Nasional Pengembangan Sejuta Rumah, tahun ini kami menargetkan sekitar 15.000 unit rumah dapat dibangund engan dana Rp 750 miliar," ujar dia. Kecuali itu, tambah Iwan, Jamsostek akan menyediakan dana subsidi bunga KPR sederhana sehat dan KPR komersial sebesar Rp 24 miliar. "Kami juga menargetkan penyaluran PUMP sebesar Rp 150 miliar yang ditujukan bagi 20.000 peserta Jamsostek," jelas Iwan. KPR Potensial Sementara itu, untuk mendukung program GNPSR, BNI tahun ini menganggarkan dana Rp 3 triliun untuk KPR. Achmad Baiquni mengatakan, penyaluran dana yang cukup besar pada sektor KPR karena risikonya rendah dan pangsa pasarnya sangat potensial. Menurut Baiquni, saat supply and demand KPR masih belum berimbang. Itu terlihat dari tingginya permintaan KPR yang tidak sebanding dengan bank penyedia fasilitas tersebut.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130