Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


BUMN yang Diprivatisasi Tahun Ini Akan Bertambah

07/01/2008
 
New Page 1 JAKARTA - Kementerian Negara BUMN akan mengusulkan agar BUMN yang diprivatisasi pada 2008 ditambah menjadi lebih dari 30 perusahaan dibandingkan usulan awal sebanyak 28 perusahaan. "Penambahan tersebut bertujuan mempercepat restrukturisasi dan memperkuat modal BUMN," kata Deputi Kementerian BUMN Bidang Privatisasi dan Restrukturisasi Mahmuddin Yasin di Jakarta, Jumat (4/1). Menurut dia, tambahan BUMN yang diusulkan untuk diprivatisasi berasal dari seluruh sektor. Metode privatisasibisa dalam bentuk penawaran umum perdana (IPO) saham, penjualan strategis (strategic sales), dan divestasi seluruh kepemilikan saham pemerintah. "Komite Privatisasi segera mengadakan rapat. Kemungkinan ada tambahan BUMN yang diprivatisasi dari usulan awal," ujarnya. Rapat Komite Privatisasi BUMN 2008 telah menyetujui privatisasi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, IV, dan VII, PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, PT Krakatau Steel, dan PT Sucofindo. Adapun privatisasi BUMN yang bergerak di sektor kawasan industri, seperti Kawasan Industri Jakarta, Jakarta Industry Real Estate, Kawasan Industri Medan, Semarang, Makassar, dan Surabaya. Sedangkan privatisasi BUMN sektor keuangan masih menunggu rapat privatisasi lanjutan bulan ini. Mahmuddin Yasin menambahkan, kelanjutan pembahasan privatisasi BUMN masih menunggu kesiapan menteri teknis sesuai sektor BUMN bersangkutan. Dia tidak bersedia menjelaskan nama-nama BUMN tambahan yang akan diprivatisasi. Dia hanya menegaskan, penambahan itu terkait dengan program restrukturisasi dan penambahan modal BUMN. "BUMN-BUMN itu juga sudah bisa diprivatisasi berdasarkan Undang-Undang No 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Menurut Yasin, rekomendasi kajian bentuk privatisasi BUMN sektor keuangan telah diserahkan kepada Komite Privatisasi dan tinggal menunggu persetujuan. "Pemerintah memiliki sejumlah opsi apakah melakukan IPO saham atau stratagic sales. Metode privatisasi PT Bank Tabungan Negara juga masih menunggu persetujuan Komite Privatisasi," tuturnya. Tunggu Seluruh Menteri Sementara itu, Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan, penambahan BUMN yang diprivatisasi menunggu kesiapan seluruh menteri untuk hadir dalam rapat Komite Privatisasi yang segera digelar. "Harusnya sudah dirapatkan hari ini. Namun, karena ada beberapa menteri tidak bisa hadir, rapatnya diundur," paparnya. Dia menjelaskan, privatisasi bertujuan memberdayakan aset negara, sehingga nilai dan kinerjanya bisa meningkat lebih tinggi. "IPO saham BUMN bertujuan memperbesar perusahaan melalui penambahan modal baru yang masuk," ucapnya. Pelaksana Deputi Kementerian BUMN Bidang Perbankan dan Keuangan Parikesit Suprabto mengungkapkan, ada dua BUMN sektor keuangan yang diusulkan masuk program privatisasi 2008 lewat IPO, yakni BTN dan PT Jasindo. "Sektor usaha Jasindo dinilai kompetitif dengan swasta, sehingga privatisasi lebih menguntungkan," ujarnya, - Investor Daily Indonesia (hut)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130