Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Bank BTN, Bank Komersial Layak Dipertimbangkan

10/09/2003
 
    Sejak dikeluarkannya surat Menteri Negara (Menneg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tertanggal 21 Agustus 2002, Bank BTN telah memfokuskan sebagai bank umum komersial dengan fokus bisnis pembiayaan perumahan tanpa subsidi. Sebelumnya, sebelum 2001, Bank BTN juga telah mengubah komposisi kreditnya. Sebelumnya komposisi kredit Bank BYN didominasi oleh KPR subsidi dengan porsi 75 persen, selebihnya 25 persen untuk nonsubsidi, maka mulai 2001 porsi KPR berubah, 24 persen untuk KPR Subsidi dan 76 persen untuk nonsubsidi.     Dengan adanya surat Menneg BUMN, perubahan besar dilakukan lagi oleh Bank BTN pada 2002. Porsi kredit yang disalurkan Bank BTN sudah didomonasi KPR nonsubsididengan porsi sekitar 94 persen dari total kredit yang disalurkan.     Seperti kemukakan Dirut Bank BTN, Kodradi, perubahan itu sejalan dengan surat MennegBUMN untuk mendorong Bank BTN agar agar fokus pada bisnis pembiayaan perumahan nonsubsidi. Karenanya, tahun ini BTN tetap konsentrasi dibisnis pembiayaan perumahandengan industri pendukung dan ikutannya.         Untuk itu, Bank BTN berencana ekspansi kredit sebesar Rp 4,050 triliun dan dari anggaran itu dialokasikan untuk KPR subsidi  Rp 2,250 triliun, nonsubsidi KPR Rp 1 triliun dan kredit umum Rp 800 miliar. "Yang menarik adalah, dari anggaran untuk kredit umum ini, sebesar 250 miliar dialokasikan untuk kredit industri pendukung dan turutannya untuk perumahan, "katanya.     Meski pada anggaran 2003 Bank BTN tidak mengganggarkan KPR subsidi, tetapi sebagai wujud kepedulian Bank BTN kepada masyarakat kecil dan dukungan kepada program pemerintah, Bank BTN tetap akan menyalurkan BTN bersubsidi sesuai kemampuan bank, sepanjang kebijakan subsidi masih adadan anggaran subsidinya tersedia. "Berapapun jumlah rumah yang ada dan dimanapun rumah itu berada asal ada pembeli yang eligible atau memenuhi syarat untuk diberikan KPR bersubsidi , BTN sanggup menyiapkan dananya, "tegas Kodradi.        Neraca Keuangan     Berdasarkan neraca keuangan audited per 31Desember 2002, laba Bank BTN sebesar RP  303 miliar. Laba ini boleh dikata sebagai tertinggi sepanjang sejarah Bank BTN. Porsi paling besar dari pendapatan laba diperoleh dari bunga kredit dan obligasi pemerintah yang ditempatkan di Bank BTN.     Perolehan laba Bank BTN berasal dari pendapatan binga kredit Rp  1,3 triliun, dan Rp  2 triliun disumbangkan dari bunga obligasi. Selebihnya pendapatan Bank BTN disumbangkan dari pendapatan operasional lainnya.     Meski bunga obligasi rekapitalisasi pemerintah di BTN termasud penyumbang paling besar pendapatan bank, tapi seluruh pendapatan bunga obligasi telah disalurkan kepada pemilik dana di BTN. "Dari dana masyarakat yang ditempatkan  berdasarkan rencana audited 2002, BTN harus mengeluarkan beban bunga tak kurang dari Rp 14,191 triliun, 90 persen dari obligasi berbunga floating rate. Selebihnya fixed rate dan hedge bond, " ujar Kodradi.     Selain itu, tahun ini Bank BTN berencana mengurangi jumlah obligasi dengan menjual sebagian melalui reksa dana.Ini dilakukan, disamping untuk mengurangi porsi pendapatan dari bunga obligasi,juga dalam rangka memprkuat stuktur pendanaan Bank BTN dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan.     "Aset Bank BTN juga melampaui target, jika dibanding dengan aset tahun sebelumnya, "jelasnya. Jika tahun 1999, 2000 dan tahun 2001masing-masing aset dibukukan sebesar Rp 9.029 miliar, Rp 23.950 miliar dan Rp 26.509 miliar, maka 31 Desember 2002 Bank BTN telah membukakan asetnya sebesar Rp 27.072 miliar. Dana pihak ketiga berhasil dibukukan sebesar Rp 19.913 miliar. Dengan demikian, secara umum kinerja Bank BTN tahun 2002 telah memenuhi target.     Kinerja Bank BTN tahun 2002, juga dapat dilihat dari rasio keuangan yang secara umum juga telah memenuhi target yang ditetapkan. Baik itu dari sisi Capital Adequted Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loans (NPL), Return On Asset (ROA) maupun Return On Equity (ROE). Bedasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2002, CAR Bank BTN tercatat 11,39 persen, LDR sebesar 51,31 persen, NPL sebesar RP 4,76 persen, ROA dan ROE masing-masing sebesar Rp 1,13 persen dan 31,31 persen.         Terbitkan Obligasi     PT Bank Tabungan Negara (Persero) melalui penjamin pelaksana emisinya, yaitu AAA Sekurities dan Trimegah Sekurities telah menerbitkan onligasi perseroan Rp 750 miliar.Penerbitan obligasi merupakan tindak lanjut dari business plan (BP) perusahaan tahun 2003. Dalam BP telah dijadwalkan Bank BTN pada semester II tahun ini akan menerbitkan obligasi perseroan. Obligasi yang ditawarkan dengan bunga tetap ini telah mendapatkan peringkatdari Pefindo sebagai lembaga pemeringkat efek Indonesia. Pefindo telah memberikan  peringkat BBB pada Obligasi IX Bank BTN. Penerbitan obligasi Bank BTN ini akan dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya (BES).     Obligasi yang diterbitkan kali ini, merupakan obligasi ke-9. Sebelumnya juga telah menerbitkan obligasi sampai seri 8 sebesar Rp 1.350 miliar. Obligasi ysng pernah diterbitkan adalah obligasi I, II, III masing-masing senilai Rp 50 miliar, Obligasi IV Rp 100 miliar, Obligasi V Rp 150 miliar, Obligasi VI Rp 350 miliar, Obligasi VII Rp 200 miliar dan Obligasi VIII Rp 400 miliar. Obligasi I-VIII seluruhnya telah jatuh tempo dan tercatat oversubscribed.     Hasil penjualan Obligasi ini, seluruhnya dipakai oleh manajemen untuk mendukung pembiayaan perumahan. Untuk itu peran serta perbankan sangat diharapkan dalam pemenuhan kebutuhan rumah. Sebagai salah satu bagian dari industri perbankan Indonesia, BTN mengambil peran terus menjadi yang terkemuka dalam bidang pembiayaan perumahan . Dengan tetap berpegang pada core bisnessnya di bidang pembiayaan perumahan, karenya tidak heran bila Bank BTN akan mempertegas misinya untuk untuk menjadi bank  yang terkemuka dan menguntungkan dalam bidang pembiayaan perumahan dan industri turutannya.     Bedasarkan kinerja Bank BTN dalam tiga tahun terakhir dan per 31 Maret 2003 tampak bank ini kinerjanya terus membaik. Karenanya dengan dukungan tekhnologi modern dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional, maka akan menjadikan kehadiran Bank BTN sebagai bank umum komersial yang layak menjadi pertimbangan.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130